Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Kabarnangroe.com, Aceh Besar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin, SE membuka kegiatan ekstrakurikuler Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) siswa MIN 27 Aceh Besar di Lapangan Gunung Bathok Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat, 12 Juni 2026.

Saifuddin mengatakan perkemahan itu bukan sekadar agenda rutin atau aktivitas berkemah biasa, melainkan wadah pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.

“Kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu ini bukan acara berkemah biasa. Ini adalah tempat kalian menempa diri menjadi lebih baik sesuai dengan cita-cita yang kita harapkan bersama,” kata Saifuddin, di hadapan para peserta.

Perkemahan itu diikuti sekitar 73 peserta, dari kelas lima dan enam. Mengenakan pakaian pramuka lengkap, mereka memulai perkemahan dengan upacara pembukaan. Meski di bawah terik matahari, peluh membasahi baju, mereka tampak begitu bersemangat, untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu.

Upacara pembukaan turut hadir Ketua DWP Kemenag Aceh Besar Hj Yasmaidar SE dan Kasi Pendidikan Madrasah H Suryadi SAg MPd dan Kepala MIN 27 Aceh Besar Naswati SAg.

Yahwa–sapaan akrab Saifuddin menyampaikan tiga pesan penting yang harus menjadi pedoman para anggota Pramuka MIN 27 Aceh Besar itu, baik selama mengikuti perkemahan, maupun untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, ia meminta agar para siswa meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab. Perkemahan menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar melakukan berbagai hal secara mandiri, mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan kebutuhan makan, hingga mengatur waktu.

“Jauh dari orang tua bukan berarti kalian bisa bermalas-malasan. Justru ini merupakan kesempatan emas untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab atas diri sendiri maupun kelompok,” ujarnya.

Kedua, lanjut Yahwa, memperkuat ukhuwah dan kerja sama. Perkemahan harus dijadikan sebagai sarana mempererat persaudaraan antarsesama teman melalui sikap saling membantu, menghargai, dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

“Jadikan perkemahan ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Saling tolong-menolong, saling menghargai, dan hilangkan ego masing-masing. Ingat, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” sebutnya.

Pesan terakhir, lanjutnya, ialah menjaga akhlak dan ibadah. Sebagai siswa madrasah, peserta diminta menunjukkan jati diri sebagai Pramuka yang religius dengan tetap menjaga shalat berjamaah, sopan santun, serta tutur kata selama berada di lingkungan perkemahan.

“Jangan pernah meninggalkan shalat lima waktu secara berjamaah. Laksanakan apa yang diperintahkan agama serta jaga adab dalam bersikap, baik kepada sesama teman, guru, maupun kakak pembina selama mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Saifuddin juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan sebaik-baiknya seluruh materi yang diberikan pembina. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh semangat, keceriaan, dan disiplin, tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta kesehatan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kelancaran untuk kita semua,” demikian Saifuddin.*

Exit mobile version