PKC PMII Aceh Salurkan Bansos ke Wilayah Terdampak Bencana

Foto bersama saat penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak bencana banjir di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/1/2026). FOTO/ MAR

Kabarnanggroe.com, Takengon — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di dua wilayah, yakni Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah dan Desa Uning, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (28/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut sudah berlangsung sejak dua hari lalu dan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, peribadatan, serta pemulihan kondisi psikososial anak-anak pascabencana.

Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, buku gambar, krayon, pulpen, pensil, penghapus, dan berbagai alat belajar lainnya. Selain itu, PKC PMII Aceh juga menyerahkan perlengkapan ibadah berupa sajadah, mukena, sarung, sandal wudhu, hingga speaker pengeras suara untuk masjid dan musholla di wilayah terdampak.

Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, Tim Relawan PKC PMII Aceh turut melaksanakan kegiatan layanan psikososial bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pemulihan trauma serta memberikan dukungan mental agar anak-anak dapat kembali merasa aman, ceria, dan perlahan bangkit dari dampak psikologis yang dialami.

Ketua PKC PMII Aceh, Sahabat Teuku Raysoel Akram mengatakan, kondisi masyarakat di lokasi terdampak hingga saat ini masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Foto bersama saat penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak bencana banjir di Desa Uning, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (27/1/2026). FOTO/ MAR

“Kami melihat langsung bahwa masyarakat di Desa Burlah dan Desa Uning masih menghadapi kondisi yang sangat berat. Persediaan air bersih masih sangat terbatas, dan hunian sementara juga belum sepenuhnya rampung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran PKC PMII Aceh di lokasi bencana bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit.

“Oleh karena itu, kehadiran kami bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” terangnya.

Lebih lanjut, Teuku Raysoel Akram mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pemulihan pascabencana.

“Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat luas, untuk terus bergotong royong dan memberi perhatian serius terhadap pemulihan pascabencana ini. Solidaritas adalah kunci,” tegasnya.

PKC PMII Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan. Organisasi kemahasiswaan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan di berbagai wilayah Aceh.(Wahyu/*)