Daerah  

Kemenkeu Aceh : Tiga Aspek Penting Tingkatkan Perekonomian Aceh

Kakanwil Kemenkeu Aceh Safuadi, saat memberikan keterangannya dalam konferensi pers laporan ALCO Regional Aceh, di Gedung Keuangan Negara Perwakilan Aceh, Kota Banda Aceh, Rabu (27/9/2023). FOTO/WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Untuk meningkatkan perekonomian Aceh, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Aceh Safuadi mengatakan, tiga aspek penting yang harus difokuskan dalam pemanfaatannya. Di antaranya, ekonomi kreatif, sektor pariwisata, dan pemanfaatan produk yang berorientasi ekspor.

“Tiga aspek ini sangat menentukan bagaimana perkembangan ekonomi di Aceh,” ucapnya, dalam konferensi pers laporan ALCO Regional Aceh, di Gedung Keuangan Negara Perwakilan Aceh, Kota Banda Aceh, Rabu (27/9/2023).

Ia menyebutkan, pemanfaatan produk asli seperti kopi Aceh yang telah lama diakui dunia sebagai salah satu kopi berkualitas tertinggi. Namun, pemanfaatan kopi Aceh tidak boleh berhenti pada biji kopi yang khas. Dengan membuat terobosan baru akan menunjukkan bahwa produk turunan dari kopi Aceh memiliki potensi besar yang menghasilkan.

“Dengan produk turunan itu sangat memungkinkan dapat meningkatkan perekonomian dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelasnya

Kemudian, sektor pariwisata Aceh memiliki potensi besar dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Untuk memanfaatkan potensi ini, diperlukan investasi dalam infrastruktur pariwisata, promosi wisata yang lebih baik, dan pemeliharaan lingkungan.

“Sektor pariwisata yang sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian di Aceh ini, harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ucap Safuadi.

Lebih lanjut, pemanfaatan Produk Ekspor agar ekonomi Aceh dapat berkembang secara berkelanjutan, perlu diprioritaskan pemanfaatan produk yang berorientasi ekspor. Hal ini mencakup peningkatan produksi dan kualitas produk lokal serta akses pasar internasional yang lebih baik. Dengan demikian, Aceh dapat meraih manfaat dari perdagangan global.

Safuadi menekankan, dengan fokus pada ketiga aspek tersebut, Aceh memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Ini adalah langkah-langkah penting dalam mewujudkan visi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di provinsi ini,” imbuhnya.

*Pentingnya sinergitas semua pihak tingkatkan kemandirian fisikal di Aceh

Sementara itu, Safuadi menuturkan, dalam upaya membangun kemandirian fisikal, Aceh menghadapi tugas besar yang memerlukan sinergi dari semua entitas. Menyatukan potensi yang ada merupakan kunci untuk meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat pemerintahan Aceh.

“Kemandirian fisikal merupakan tujuan yang utama, dan untuk mencapainya, perlu ada koordinasi yang efektif antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ini bukan hanya tanggung jawab satu sektor, tetapi semua pihak harus berkolaborasi,” terangnya.

Menurutnya, sinergita merupakan langkah krusial dengan mengarahkan semua potensi yang ada menuju aktivitas ekonomi produktif di daerah. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui berbagai kegiatan ekonomi ini, jumlah total uang yang tersedia untuk pemerintah daerah akan meningkat secara signifikan.

Kemudian, Safuadi menambahkan, pentingnya sinergitas juga tidak luput pada proses pengambilan keputusan terkait perbelanjaan. Semua anggaran harus memiliki kualitas, sehingga apa pun yang dibangun akan memiliki efek berlipat ganda. Dalam hal itu, dana yang diinvestasikan harus memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

“Jika semua entitas bekerja bersama-sama dalam kesatuan, Aceh memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian fisikal. Dengan demikian, kita dapat memastikan sinergi antara berbagai sektor dan pihak adalah langkah pertama menuju masa depan yang lebih cerah bagi Aceh,” pungkasnya.(WD)