Abdya Pesiapkan Anjungan Jelang PKA Ke-8 Awal November 2023 di Banda Aceh

*Kontingen Abdya Targetkan Persiapan Selesai Dua Hari Jelang Pembukaan

Sejumlah mahasiswa asal Abdya memasang batu putih di depan Anjungan Aceh Barat Daya, di Taman Sulthanah Safiatuddin Kota Banda Aceh, Rabu (25/10/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8, Pj Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Darmansah, bersama dengan tokoh masyarakat dan mahasiswa, melakukan persiapan Anjungan Aceh Barat Daya di Taman Sulthanah Safiatuddin Kota Banda Aceh.

Pj Bupati Abdya mengungkapkan, persiapan tersebut telah berlangsung selama dua hari, dengan target penyelesaian dua hari menjelang pembukaan PKA ke-8 pada tanggal 4 November mendatang.

“Kita telah melakukan persiapan sejak kemarin, dan kita targetkan paling lambat dua hari menjalang pembukaan sudah terselesaikan,” ucapnya kepada wartawan Media Pos Aceh, Rabu (25/10/2023) sore.

Pj Bupati Abdya Darmansah (Foto: Wahyu Desmi)

Darmansah menyatakan komitmennya untuk menghadirkan yang terbaik dalam PKA ke-8. Ia berencana untuk memobilisasi potensi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan adat, budaya, dan tradisi Aceh, untuk ditampilkan dalam acara tersebut.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik,” ujarnya dengan tekad kuat.

Menurutnya, PKA ke-8 dianggap sebagai momen penting yang akan memperlihatkan keberagaman budaya Aceh yang berkaitan erat dengan ajaran Islam. Dalam upayanya mempromosikan nilai-nilai tersebut, PKA ke-8 diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh.

Pj Bupati Abdya Darmansah mengintruksikan pewarnaan ulang tulisan Anjungan Aceh Barat Daya kepada seorang mahasiswa yang ikut mempersiapkan anjungan, di Taman Sulthanah Safiatuddin Kota Banda Aceh, Rabu (25/10/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

Kemudian, tambah Darmansah, semua persiapan tersebut menegaskan semangat untuk merayakan kekayaan budaya Aceh dan memperkokoh identitas Aceh dalam kerangka keberagaman budaya yang diwarisi melalui ajaran Islam.

“PKA Ke-8 ini menjadi wadah yang menampilkan perpaduan keindahan budaya Aceh dengan nilai-nilai agama secara harmonis,” pungkasnya.(WD)