Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Pondok Pesantren Modern Al Falah Abu Lam U yang terletak di Gampong Lam U Kemukiman Lamjampok Ingin Jaya Aceh Besar mengadakan peringatan hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, Selasa, 12 Rabiul Awwal 1448 H bertepatan dengan (25/08/ 2026) di Komplek Pondok tersebut.
Peringatan Maulidur Rasul ini dilaksanakan dengan rangkaian ceramah maulid dan juga diikutkan dengan kenduri Maulid yang turut mengundang tokoh masyarakat di Kemukiman Lamjampok.
Selain tokoh Kemukiman Lamjampok hadir juga Ketua Yayasan Abu Lam U Dr Drh Hj Farida Athaillah, M,Sc , bersama pengurusnya M. Roem , Komite Suheri, S.Pd.I, MA, Para Geuchik Gampong dalam Mukim Lamjampok dan seluruh Para Pengajar Pondok Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U.
Kegiatan ini semakin meriah dan khidmat dengan hadir Penceramah Ustadz Wahyu Rezeki, M.I.Kom., CH.Cht yang mampu menghipnotis seluruh santri dan santriwati pesantren Al-Falah Abu Lam U dalam durasi waktu dua jam.
Dalam ceramahnya Ustadz Wahyu mengajak seluruh jamaah untuk kembali menyimak sirah nabawiyah Nabi dan untuk kemudian mentadabburi kiprah-kiprah Nabi dan untuk kemudian tentu menjadi acuan kita dalam setiap perilaku dan pranata kehidupan.
“Mari kita baca lagi sirah nabawiyah, peringatan maulid itu bukan hanya kegiatan seremonial saja, bukan hanya makan-makan saja, tapi mari kita contoh dan teladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW untuk menjadi acuan kita dalam berprilaku dan bersikap dalam tatanan kehidupan sehari-hari” Ajaknya.
Pada kegiatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Faalah Abu Lam U , Al Ustadz Muhammad Fajri, S.Pd.I mengajak seluruh civitas pesantren untuk senantiasa meneladani segenap perilaku Baginda Nabi dalam setiap perilaku hidup sehari-hari, dan peringatan maulid ini menjadi momentum utama bagi umat Islam untuk kembali mengkaji setiap teladan baginda Nabi secara komprehensif dan mendalam.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai umat Nabi, di antara privilege yang diperoleh umat Islam adalah berupa nanti di yaumil mahsyar akan beroleh syafaatnya Nabi, tetapi dengan satu ketentuan pula bahwa syafaat ini hanya akan diperoleh oleh umat-umat yang memiliki kecintaan pada Nabinya.
Di akhir rangkaian kegiatan, maulid kali ini ditutup dengan sedikit kenduri sederhana yang diikuti oleh seluruh keluarga pesantren dan juga turut mengundang tokoh masyarakat, para kepala sekolah dan stakeholders sekitar pesantren. Harapan dengan momentum maulid kali ini, dengan sedikit ikhtiar sederhana yang digagas pesantren dan memantik upaya dan usaha menjadi umat Nabi yang lebih berdaya dan bermanfaat di masa-masa mendatang. (Herman/Heri Ulka)
