Kabarnanggroe.com, Meureudu – Ketua Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Provinsi Aceh, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (25/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama tim KNPS Aceh sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah rawan. Dalam agenda tersebut, Tuanku Muhammad meninjau langsung kondisi tenda-tenda pengungsian serta berdialog dengan warga terkait kebutuhan dasar, khususnya kesehatan ibu hamil dan anak balita.
Pada kesempatan itu, KNPS Aceh juga menggalakkan Gerakan Berbagi Telur untuk Pencegahan Stunting (GEBETAN). Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil, melalui konsumsi protein hewani yang mudah dijangkau dan bernilai gizi tinggi salah satunya yaitu konsumsi telur.

Tuanku Muhammad yang juga Anggota DPRK Banda Aceh ini menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Aceh masih tergolong tinggi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Apalagi pasca bencana banjir Aceh beberapa waktu lalu telah menyebabkan puluhan ribu keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya yang tentu mengakibatkan mengganggu pola kehidupan sehari-sehari salah satunya ketercukupan gizi bagi anggota keluarga karena harus tinggal di tempat pengungsian dan lokasi lainnya yang lebih aman.
Ia menegaskan, kehadiran KNPS di Aceh merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. KNPS mendorong sinergi aktif antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya melalui program-program yang terukur dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan generasi Aceh memperoleh pemenuhan gizi yang cukup, kebutuhan dasar yang layak, serta edukasi yang berkualitas agar dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Cita-cita menuju Indonesia zero stunting bisa kita mulai dari wilayah paling barat Indonesia, yaitu Aceh, sebagai langkah nyata menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Mar)






