Kepsek SMPN 1 Kutacane Canangkan Program Unggulan, Perkuat Prestasi dan Karakter Siswa

Kepala SMP Negeri 1 Kutacane bersama Kepala UPTD Babussalam saat silaturahmi dan diskusi terkait penguatan program pendidikan di wilayah Babussalam, Rabu (25/2/2026). FOTO/ AKBAR

Kabarnanggroe.com, Kutacane – Kehadiran kepala sekolah baru di SMP Negeri 1 Kutacane membawa semangat dan harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara. Mukhlis, S.Ag., M.Pd., yang resmi menjabat sebagai kepala sekolah, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pembinaan karakter peserta didik melalui sejumlah program unggulan yang terarah dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kepsek SMPN 1 Kutacene saat dikonfirmasi pada Rabu (25/02/2026). Sekolah yang berlokasi di Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam itu kini mulai menggulirkan berbagai agenda strategis, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Mukhlis menegaskan, fokus utama sekolah ke depan adalah penguatan pembinaan prestasi siswa, khususnya pada ajang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), serta lomba cerdas cermat.

“Pembinaan akan dilakukan secara intensif, sistematis, dan berkesinambungan. Kita ingin siswa tidak hanya siap mengikuti lomba, tetapi juga memiliki mental juara, kepercayaan diri, serta daya saing yang kuat,” ujarnya.

Selain penguatan prestasi akademik, program Tahfiz Al-Qur’an yang telah berjalan di sekolah tersebut dipastikan tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter dan spiritual siswa. “Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan akhlak menjadi fondasi utama pendidikan,” tuturnya.

Tak hanya berfokus pada capaian akademik, Mukhlis juga menggagas program unggulan “Sedekah Jumat”. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai kepedulian sosial, di mana siswa secara sukarela memberikan donasi yang kemudian dikelola pihak sekolah untuk membantu siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.
“Program ini bukan sekadar kegiatan sosial. Di dalamnya ada pendidikan karakter yang kuat. Siswa belajar tentang empati, kepedulian, dan kebersamaan. Sementara bagi penerima, bantuan ini tentu sangat berarti,” jelasnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah ideal bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya solidaritas, rasa saling mendukung, dan kepedulian antarsesama.

Sebagai kepala sekolah baru, Mukhlis juga membawa visi agar SMP Negeri 1 Kutacane mampu menjadi sekolah rujukan dan percontohan bagi jenjang SMP di Aceh Tenggara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua siswa.
“Kualitas pendidikan tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak. Guru-guru juga kita dorong untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan diri, termasuk penguatan metode pembelajaran yang adaptif dan inovatif,” ungkapnya.

Ia optimistis, peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar dan capaian siswa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Babussalam, Anshor Tambunan, turut hadir bersilaturahmi dan berdiskusi bersama kepala sekolah yang baru. Pertemuan tersebut menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di wilayah Babussalam.

Dengan semangat kepemimpinan baru, arah program yang jelas, serta dukungan berbagai pihak, SMP Negeri 1 Kutacane diharapkan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.

Langkah awal ini menjadi sinyal positif bahwa transformasi pendidikan di Aceh Tenggara terus bergerak maju, bertumpu pada komitmen, kolaborasi, dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. (Akbar)