2 Pesawat Militer Negara Tetangga Indonesia Tabrakan di Udara, 4 Pilot Tewas

Kabarnanggroe.com, Manila – Dua pesawat latih militer Filipina bertabrakan di udara dan jatuh di sebuah pangkalan udara di selatan Manila.

Para pejabat setempat mengatakan pada hari Sabtu bahwa empat pilot dari kedua pesawat itu tewas.

Kerugian akibat Karhutla Indonesia Insiden tragis yang menimpa militer negara tetangga Indonesia ini terjadi pada Jumat sore waktu setempat. Dua pesawat latih Angkatan Udara yang bertabrakan di udara adalah SF-260.

Mengutip laporan The Associated Press (AP), Minggu (25/10/2026), kedua pesawat bertabrakan ketika terbang pada ketinggian rendah sebelum jatuh di Pangkalan Udara Fernando, Kota Lipa, Provinsi Batangas. Tidak ada korban luka di darat dalam insiden tersebut.

Angkatan Udara Filipina untuk sementara menghentikan operasi seluruh pesawat SF-260 yang tersisa sambil menunggu penyelidikan atas kecelakaan tersebut.

Pihak militer belum mengungkapkan berapa banyak pesawat jenis itu yang masih beroperasi.

Kedua pesawat SF-260, yang masing-masing dirancang untuk mengangkut dua orang, sedang menjalani penerbangan latihan ketika tabrakan terjadi.

Angkatan Udara menggambarkan insiden itu sebagai kecelakaan, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai kondisi yang menyebabkan peristiwa tersebut.
Seorang saksi mata mengatakan kepada AP bahwa salah satu pesawat jatuh di dekat barak yang digunakan oleh personel militer di pangkalan tersebut.

Angkatan Udara Filipina telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab tabrakan.

Tragedi Pesawat SF-260 Bukan yang Pertama

Kecelakaan pada Jumat tersebut menyusul dua insiden fatal lain yang melibatkan pesawat SF-260 milik Angkatan Udara Filipina dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Mei, sebuah pesawat SF-260 jatuh di Provinsi Benguet, kawasan pegunungan di Filipina utara, saat menjalani latihan navigasi bersama beberapa pesawat sejenis.

Kedua pilot yang berada di dalam pesawat tersebut tewas. Sementara itu, sebuah pesawat SF-260 lainnya jatuh di area persawahan di Provinsi Bataan, sebelah barat laut Manila, saat menjalani penerbangan latihan pada 2023.

Menurut Angkatan Udara Filipina, dua awak pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan terbaru ini terjadi ketika Filipina masih menghadapi tantangan dalam memodernisasi angkatan bersenjatanya.

Keterbatasan anggaran menghambat upaya peningkatan kemampuan Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat negara tersebut.

Ketiga matra itu harus menghadapi pemberontakan internal yang telah berlangsung lama sekaligus meningkatnya ketegangan dengan China akibat sengketa wilayah di Laut China Selatan.(Muh/*)

Exit mobile version