Kabarnanggroe.com, Bireuen – Pengurus Tani Merdeka Indonesia (TMI) diminta selalu aktif turun ke lapangan mendampingi masyarakat, bukan hanya hadir saat ada acara organisasi saja.
“Anggota Tani Merdeka harus aktif turun ke lapangan mendampingi masyarakat (petani), jangan hanya hadir saat ada acara organisasi saja,” ujar Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Asnawi, SP dalam laporannya pada acara Pelantikan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026-2031 di Aula Hotel Bireuen Jaya, Kamis (24/9/2026).
Asnawi berharap, anggota Tani Merdeka mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga di wilayah masing-masing, khususnya petani, untuk mendengar masukan, termasuk keluhan.
“Dengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat untuk sama-sama kita mencari jalan keluar,” pintanya.
Ia menyebutkan, Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen saat ini memiliki 15.665 anggota yang tersebar di 609 gampong (desa) dalam 17 kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari anggota kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Lalu, kata Asnawi lagi, Tani Merdeka memiliki makna besar dan pengaruh nyata bagi petani. Buktinya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, harga pupuk stabil.
“Kita sangat bersyukur, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto sekarang, harga pupuk sangat murah. Dulu petani beli pupuk dengan harga Rp200 ribu persak, sekarang petani bisa beli dengan HET (harga eceran tertinggi) Rp90 ribu,” katanya.
“Demikian juga harga gabah petani. Dulu, waktu panen, petani jual gabah Rp4 ribu perkilogram, sekarang sudah Rp6.500,” imbuhnya.
Selain harga gabah, lanjutnya, produk pertanian lainnya juga naik, seperti, jagung, pinang dan kelapi sawit. “Meskipun harga pupuk murah, namun hasil panen petani harganya stabil, bahkan naik,” katanya.
Pelantikan Korcam TMI Kabupaten Bireuen oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, dihadiri Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST selaku Dewan Penasihat dan Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, SE MM selaku Dewan Pembina TMI Kabupaten Bireuen.
Selain itu, juga tampak hadir Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi Hendri Sosiawan, CESA, Kepala Badan Perakitan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Agus Susanto, MSi dan unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen.
Usai pelantikan 20 Korcam TMI Bireuen, dilanjutkan dengan penyerahan Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) dari PT. Bio Rimba Jaya untuk 5 kelompok tani, yaitu, Kelompok Makmur Jaya, Desa Blang Dalam, Kecamatan Makmur. Kelompok TOK Kayee Lhoen, Desa Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Gapoktan Udep Beusare, Desa Batee Raya, Kecamatan Juli. Kelompok Tani Pulo Pisang, Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala dan Kelompok Tani Rindang, Desa Cot Tunong, Kecamatan Gandapura. (Riza)
