Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Kota Banda Aceh bersama kader KOPRI dari sejumlah komisariat menggelar aksi “KOPRI Peduli Alam” di kawasan wisata Ujung Panchu, Lhok Mata Ie, Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Minggu (20/9/2026).
Aksi tersebut menjadi tindak lanjut pengkaderan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Sekolah Islam Gender (SIG), sekaligus wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti kader PMII dari berbagai komisariat se-Kota Banda Aceh dengan agenda utama membersihkan sampah di sekitar kawasan wisata. Aksi ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab sosial dan moral yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Ketua KOPRI PMII Kota Banda Aceh, Zahra Asyifa mengatakan, kepedulian terhadap alam harus menjadi bagian dari karakter kader PMII. Menurutnya, nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui hubungan dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga melalui tanggung jawab menjaga lingkungan.
“Kader PMII tidak cukup hanya memahami hubungan dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan dengan alam. Nilai hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam harus kita hadirkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam cara kita memperlakukan lingkungan,” ujar Zahra.
Ia menegaskan, menjaga kelestarian alam dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang atau meninggalkan sampah di kawasan wisata. Tanggung jawab tersebut, katanya, tidak hanya berada di tangan pemerintah, pengelola wisata, atau masyarakat setempat, tetapi juga setiap pengunjung.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, pengelola wisata, atau masyarakat setempat. Setiap pengunjung memiliki tanggung jawab yang sama. Hal kecil seperti membawa kembali sampah yang kita hasilkan adalah bentuk kepedulian yang nyata,” katanya.
Selain mendorong kesadaran pengunjung, KOPRI PMII Kota Banda Aceh menilai pengelolaan fasilitas dan sistem kebersihan kawasan wisata juga perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Penyediaan tempat sampah yang memadai, pengelolaan sampah berkala, serta pengawasan kebersihan dan keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola wisata.
Zahra berharap masyarakat, pengunjung, dan pihak yang bertanggung jawab terhadap kawasan Ujung Panchu dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan kontribusi atau pungutan pengunjung secara bertanggung jawab agar manfaat ekonomi wisata turut mendukung pemeliharaan fasilitas, kebersihan, keamanan, dan kelestarian alam.
“Kita berharap setiap kontribusi yang diberikan pengunjung dapat kembali dalam bentuk kebermanfaatan. Jangan sampai wisata hanya menghasilkan pemasukan, tetapi di sisi lain lingkungan semakin terbebani. Pengelolaan wisata harus mampu berjalan beriringan antara kepentingan ekonomi masyarakat, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan alam,” tambahnya.
Bagi KOPRI PMII Kota Banda Aceh, aksi tersebut menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak berhenti pada forum diskusi dan kegiatan formal. Nilai-nilai yang diperoleh melalui PKD dan SIG perlu diterjemahkan ke dalam pengabdian, kepedulian sosial, serta keterlibatan kader dalam menjawab persoalan masyarakat.
Melalui gerakan “KOPRI Peduli Alam”, KOPRI PMII Kota Banda Aceh berkomitmen mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan di kalangan kader dan masyarakat. Kawasan wisata alam di Aceh diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga aset bersama yang dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.(Wahyu/*)
