Peringati Harlah Ke-3 IPARI Aceh Selatan, Penyuluh Agama Gelar Aksi Peduli Lingkungan

Foto bersama pada peringatan Harlah ke-3 yang digelar IPARI Aceh Selatan, Senin (25/5/2026). FOTO/ DOK MPA

Kabarnanggroe.com, Tapaktuan – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Aceh Selatan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 organisasi tersebut dengan menggelar aksi peduli lingkungan secara serentak di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Aceh Selatan, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pilah Sampah untuk Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi” serta slogan “IPARI Merawat Indonesia” melalui gerakan spiritual, literasi, dan ekoteologi itu dilaksanakan di beberapa titik, meliputi Labuhan Haji Raya, Meukek dan Sawang, Tapaktuan dan Samadua, Kluet Raya bersama Pasie Raja, serta Trumon Raya dan Bakongan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut turut melibatkan para penyuluh agama Islam dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) di Aceh Selatan. Para peserta mengikuti edukasi pengelolaan sampah sekaligus melakukan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk implementasi dakwah berbasis ekoteologi.

Salah satu pusat kegiatan berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tapaktuan yang diikuti penyuluh agama dari Kecamatan Tapaktuan dan Samadua. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat gotong royong dan kebersamaan, dengan para peserta terlibat langsung dalam aksi pemilahan dan pengelolaan sampah.

Ketua PD IPARI Aceh Selatan, Kaifal Muddin mengatakan, peringatan Harlah tahun ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpenyuluh agama, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial Harlah, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama sebagai khalifah di muka bumi,” kata Kaifal Muddin.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para penyuluh agama ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan penyampaian materi keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita harap dengan adanya aksi ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” sebutnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Agama Aceh Selatan yang diwakili Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Aljabar Fauzi, serta Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan. Kehadiran kedua instansi tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Dalam sambutannya, Aljabar Fauzi menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam persoalan sosial dan lingkungan.

“Penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mampu mendorong tumbuhnya kesadaran sosial, budaya literasi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup di tengah masyarakat,” ucapnya.

Selain melaksanakan aksi bersih lingkungan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan nonorganik. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi peluang pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung serentak di berbagai wilayah tersebut dikoordinasikan langsung oleh jajaran pengurus PD IPARI Aceh Selatan. Berkat koordinasi yang baik, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Melalui peringatan Harlah ke-3 tersebut, IPARI Aceh Selatan berharap gerakan peduli lingkungan yang telah dilaksanakan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sebagai amanah yang harus dijaga bersama.(Wahyu/*)

Exit mobile version