Bupati Aceh Singkil Lobi Bantuan ke Pemerintah Pusat, Ternyata Diterima Mantan Pj Gubernur Aceh

Bupati Aceh Singkil, H Safriadi Oyon SH melakukan pertemuan dengan Safrizal ZA, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, Rabu (23/4/2025). FOTO/DOK.DISKOMINFO ACEH SINGKIL

Kabarnanggroe.com, Singkil – Bupati Aceh Singkil, H Safriadi Oyon SH melobi pemerintah pusat di Jakarta untuk meminta bantuan yang sangat dibutuhkan daerah yang dipimpinnya. Ternyata, yang ditemuinya, mantan PJ Gubernur Aceh, Safrizal ZA.

Mantan Pj Gubernur Aceh satu ini yang memimpin Aceh dalam waktu singkat, tidak sampai satu tahun, tetapi telah berhasil mengukir sejumlah prestasi yang akan diingat sepanjang masa. Salah satunya, agenda besar PON XXI Aceh-Sumut yang sempat menuai pro-kontra akhirnya bisa diselesaikannya dengan baik.

Kemudian, percepatan pengesahan APBA 2025 yang belum pernah terjadi sebelumnya dan Pemilu 2024, mulai dari pemilihan presiden dan capres, bupati/wali kota se-Aceh sampai pemilihan anggota DPRK, DPRA, DPR-RI dan MPR yang semuanya berjalan lancar, tanpa kendala apapun.

Kini, seusai memimpin Aceh dengan baik, Safrizal kembali ke jabatan semula sebelum ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh. Safrizal kembali dipercaya sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri).

Oyon sapaan akrab Bupati Aceh Singkil melakukan pertemuan dengan mantan orang nomor satu Aceh itu di Gedung Kemendagri RI, Jakarta pada Selasa (23/4/2025), seperti dikutip dari Kominfo Aceh Singkil, Jumat (25/4/2025).

Seusai melakukan pertemuan dalam suasana santai dan akrab, Bupati Aceh Singkil langsung menyerahkan proposal untuk meminta bantuan sarana-prasarana penanggulangan bencana untuk daerah yang dipimpinnya.

Adapun proposal yang diserahkan tersebut, terdiri dari mobil pemadam kebakaran sebanyak 22 unit, speed boat 2×200 PK 3 unit, mobil rescue 3 unit, truk serbaguna 3 unit, motor trail 22 unit, mobil tangki air 4 unit, becko loader 3 unit, mobil water 3 unit, dan mobil water treatment 3 unit.

Bupati Aceh Singkil juga melaporkan perkembangan Aceh Singkil yang masih sangat memerlukan perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi. Daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara itu, sebenarnya memiliki objek wisata yang sangat menarik untuk dikembangkan.

“Kita tidak henti-hentinya untuk melobi, menjemput bola ke pusat maupun provinsi, walaupun ini sebagai usaha bukan janji. Semoga usaha kita ini bisa membuahkan hasil,” tutup Bupati Aceh Singkil itu.

Sementara itu, melihat sepak terjang Safrizal selama kepemimpinannya yang berusaha membangun Aceh lebih baik lagi tidak perlu diragukan. Kini, sebagai orang di pemerintah pusat, maka pembangunan Aceh secara merata akan juga dapat diperlihatkannya. Semoga saja, bantuan itu dapat terealisasi, walau tidak seluruhnya.(Muh)