Berkah Ramadhan, Pedagang Leumang di Lamdingin Raup Keuntungan dari Ratusan Bambu per Hari

Pedagang leumang, Hafsah Abas, bersama keluarganya, menyiapkan leumang yang dipesan pembeli, di Simpang Lamdingin, Gampong Lambaro Skep, Kota Banda Aceh, Rabu (25/2/2026). FOTO/ WAHYU

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, khususnya pedagang leumang di  Kota Banda Aceh. Salah satunya Sabarullah, pedagang leumang yang telah 24 tahun menekuni usaha tersebut di Simpang Lamdingin, Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu (25/2/2026).

Sejak pagi hari, Sabarullah bersama keluarganya sudah mulai menyiapkan lemang untuk memenuhi permintaan pembeli yang terus meningkat selama Ramadhan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 210 bambu leumang dengan harga bervariasi antara Rp40 ribu hingga Rp100 ribu per bambu, tergantung ukuran.

“Kami mulai menyiapkan lemang sejak pagi karena prosesnya cukup lama, mulai dari membersihkan bambu,

Para pemburuk takjil memadati jalan Syiah Kuala-Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu (25/2/2026). FOTO/ WAHYU 

beras ketan hingga proses pembakaran,” ujar Sabarullah.

Ia mengatakan, Ramadhan merupakan momen peningkatan penjualan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Pembeli datang silih berganti, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Sementara itu, Hafsah Abas mengatakan, leumang yang ditawarkan tidak hanya berbahan beras ketan putih, tetapi juga tersedia leumang beras ketan hitam dan leumang ubi.

“Untuk pembeli, memang lebih dominan meminati leumang dari beras ketan, baik ketan putih maupun ketan hitam. Tapi ada juga yang mencari leumang ubi sebagai variasi,” jelas Hafsah.

Menurut mereka, tradisi menyantap leumang saat berbuka puasa masih sangat diminati masyarakat. Hal itu membuat usaha leumang tetap bertahan dan berkembang hingga kini.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Sabarullah mengaku bersyukur usaha keluarganya itu terus mendapat kepercayaan pelanggan, terutama di momen Ramadhan yang selalu membawa keberkahan tersendiri bagi para pedagang makanan tradisional.

Di sisi lain, seorang pembeli, Nurhidayah, mengungkapkan bahwa leumang sudah menjadi menu favorit keluarganya saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Ia bahkan mengaku telah menjadi pelanggan tetap pedagang tersebut sejak beberapa tahun terakhir karena cita rasanya yang konsisten.

“Keluarga kami memang sangat suka leumang untuk berbuka. Rasanya enak dan pulennya pas. Saya sudah beberapa tahun ini beli di sini karena sudah percaya dengan kualitasnya,” pungkasnya.(Wahyu)