Kabarnanggroe.com, Takengon — Tim Tanggap Bencana Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (METALIK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah, termasuk daerah-daerah yang sempat terisolir akibat terputusnya akses jalan.
Sebanyak 11 relawan METALIK diberangkatkan dari Banda Aceh pada 17 Desember 2025 dan tiba di Kota Takengon pada 19 Desember 2025 setelah menempuh perjalanan darat selama beberapa hari melalui jalur ekstrem Beutong Ateuh–Celala. Jalur tersebut dipilih karena jembatan penghubung utama Beutong Ateuh–Celala runtuh diterjang banjir bandang, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan logistik.
Koordinator Lapangan Tim METALIK FEB USK, Sayid Hijriansyah, menyebutkan bahwa timnya menjadi relawan mahasiswa pertama yang berhasil menembus jalur Beutong Ateuh pada fase awal bencana. “Jalur ini jarang dilalui dan medannya cukup berat, tetapi menjadi satu-satunya akses darat yang memungkinkan agar bantuan bisa segera sampai ke masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Dalam mobilisasi bantuan, Tim METALIK FEB USK menggunakan satu unit minibus dengan dukungan Indonesian Off-Road Federation (IOF) untuk melewati jalan rusak, berlumpur, dan rawan longsor. Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya dengan total berat sekitar 3 ton, yang berasal dari donasi masyarakat serta berbagai pihak.

Distribusi bantuan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 1,5 ton logistik disalurkan ke wilayah Beutong Ateuh dan Kecamatan Celala, dengan sasaran Desa Rusip Antara, Genting Gerbang, Kuyun, Trangengen, serta desa-desa sekitarnya. Setelah itu, tim kembali ke Meulaboh untuk pengadaan logistik tambahan.
Tahap kedua difokuskan pada penyaluran bantuan ke Kota Takengon dan wilayah sekitarnya, termasuk Kecamatan Ketol yang masih terisolir akibat kerusakan akses jalan dan tertutup material longsor. Di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, seorang warga terdampak, M. Mijan, menyampaikan bahwa rumahnya terseret arus banjir yang datang tiba-tiba. “Rumah kami terbawa arus dari arah Desa Angkup. Sampai sekarang perabotan dan kendaraan masih tertimbun reruntuhan, dan kami belum bisa membersihkan karena keterbatasan alat,” katanya.
Meski mengalami kerusakan parah, M. Mijan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kejadiannya siang hari, jadi warga sempat menyelamatkan diri dengan naik ke gunung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sayid Hijriansyah menegaskan bahwa penyaluran bantuan ke desa-desa terisolir bukan perkara mudah. “Medan ekstrem, jalan rusak, dan ancaman longsor menjadi tantangan utama. Namun kami memastikan seluruh donasi disalurkan langsung kepada warga yang benar-benar terdampak banjir,” katanya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat. “Insyaallah, METALIK FEB USK ke depan akan kembali menyalurkan bantuan ke daerah lain yang juga terdampak bencana,” imbuhnya.
Selain Kecamatan Ketol, bantuan METALIK FEB USK juga telah menjangkau sejumlah wilayah lain di Aceh Tengah, antara lain Desa Daling, Paya Reje, Mendale, Kenawat, Toweren, Bintang, serta desa-desa sekitarnya. Hingga saat ini, sedikitnya 10 desa terdampak telah menerima bantuan sebagai bagian dari komitmen METALIK FEB USK dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan di Aceh.(Tamam)






