Ditengah Suasana Ujian, Gedung Aligarh Gontor 8 Dilahap Sijago Merah

Pimpinan Pesantren Modern Gontor 8 Aceh Besar, Al-Ustaz HM Husni Kamil Djaelani MAg menyelaskan kronologis kebakaran asrama santri kepada Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM bersama Plt Kadis Sosial Aceh Devi Riansyah, A.Ks, M.Si serta Forkopimcam Seulimuem, saat meninjau kebakaran 10 ruang asrama santri Ponpes Modern Gontor 8 di Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (24/08/2023). FOTO/ BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ditengah suasana ujian pertengahan tahun ajaran, salah satu asrama Pondok Pesantren Modern Gontor 8 yang dihuni oleh santri dan ustadz dilahap sijago merah, nahasnya, semua barang tak terselamatkan, meskipun semua santri dan dewan guru yang tinggal di asrama Aligarh selama saat kebakaran yang terjadi pada pukul 03.00 WIB, Rabu (23/8/2023) dini hari.

Menurut keterangan Pimpinan Pesantren Modern Gontor 8 ustadz Husni Kamil Djaelani, MAg, saat kejadian itu semua santri dan dewan guru sedang dalam kondisi tidur, namun pada pukul 03.00 wib dini hari, santri dikejutkan dengan bunyi ledakan, saat terbangun santri melihat api sudah menyambar bagian atap gedung Aligarh.

“Saat kejadian santri dan ustdaz sedang tidur, saat bunyi ledakan, mereka terkejut dan melihat api sudah melahap atap gedung, dengan spontan para santri dan ustadz keluar menyelamatkan diri, dan Alhamdulillah semua selamat, meskipun barang-barang santri dan guru semuanya hangus dilahap api,” katanya.

Ia menjelaskan, gedung Aligarh yang dibangun sejak 2007 silam baru saja mengalami rehab bagian atap, gedung yang diisi dengan 118 santri dan 11 guru serta 1 keluarga ustadz itu, berplafon triplek dan rangka dari kayu, sehingga saat kejadian, api dengan mudah menyambar bagian lainnya, sehingga dalam waktu singkat api semakin membesar dan menghanguskan gedung.

“Kejadiannya sangat cepat, mungkin plafond dan rangkanya dari kayu yang nota benenya mudah terbakar, karena api terus membesar, dalam sekejap hanya sekitar 30 menit semua bagian atap dan kayu terbakar, sehingga tidak ada satupun barang, seperti buku, baju dan lemari yang tinggal digedung itu yang bisa diselamatkan,” terangnya.

Husni menjelaskan, saat mobil damkar BPBD Aceh Besar tiba, kondisi bangunan sudah hangus terbakar, sehingga 6 mobil damkar yang tiba dilokasi segera melakukan penyemprotan agar api tidak melebar ke gedung lainnya.

“Alhamdulillah, setelah itu api sudah padam dan tidak sampai merembet ke gedung lainnya, padahal dibelakang gedung Aligarh juga terdapat gedung lainnya dan kamar mandi,” ujarnya.

Ia juga mnejelaskan, jika sejak tadi pagi pihak kepolisian datang untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan polisi juga menyusuri semua sudut dari gedung Aligarh yang hangus dilahap sijago merah. Untuk sementara penyebab terbakarnya gedung itu diduga karena hubungan arus pendek.

“Tadi sudah diperiksa oleh pihak kepolisian, untuk sementara hasilnya diduga hubungan arus pendek dan cuaca panas yang terjadi saat ini,” terangnya.

Pesantren dengan luas 11 hektar itu dihuni 365 santri dari berbagai daerah di Indonesia, khusus santri yang tinggal di gedung Aligarh, rata-rata santri yang duduk dikelas 4 dan lima, atau setingkat kelas 1 SMA, kini tidak memiliki barang lain selain baju yang dikenakan saat malam kejadian, itu sebabnya, Husni Kamil berharap, agar para masyarakat dapat memberikan bantuan untuk para santri.

“Alhamdulillah semua santri yang tinggal di Aligarh dalam kondisi sehat, meskipun saat ini yang ada bersama mereka hanya baju yang dikenakan saat malam kejadian, semua barang ludes dilahap api, untuk penginapan santri, untuk sementara waktu kita gunakan gedung lainnya, kami mohon kepada masyarakat untuk dapat berbagi bersama para santri,” terangnya.

Pimpinan Pesantren Modern Gontor 8 Aceh Besar, Al-Ustaz HM Husni Kamil Djaelani MAg

Terimakasih
Lebih lanjut Pimpinan Pesantren Modern Gontor 8 Aceh Besar, Al-Ustaz HM Husni Kamil Djaelani MAg juga menjelaskan, jika pada saat ini Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah, Anggota DPRK Aceh Besar H. Mustafa Ishak, mantan wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini, Kepala Pendidikan Dayah Adi Darma, Kepala BPBD Ridwan Jamil dan Kepala Dinsos Bahrul Jamil, unsur Forkopimcam Seulimuem telah datang meninjau lokasi dan meyerahkan bantuan masa panic untuk santri.

“Kami mengucapkan, terimakasaih, kepada Pj Bupati Aceh dan seluruh pejabat pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan kepada kami, mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi sanntri-santri kami,” pungkasnya.(AMZ)