Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Di saat menjalani ibadah puasa, banyak warga di Banda Aceh antusias melakukan aktifitas olahraga jalan kaki dan lari santai atau aerobik terutama di waktu sore, untuk kebugaran serta kesegaran jasmani pada Ramadhan ini.
Aktivitas olahraga jalan kaki dan lari atau aerobik ramai dan semangat dilakukan warga di Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh di sore hari.
Pantauan posaceh.com pada puasa hari ketiga, Sabtu (21/2/2026) sore, terlihat warga masyarakat mulai daru remaja hingga dewasa, pria dan wanita ramai berolahraga jalan kaki dan lari santai atau joging.
Warga bersemangat berolahraga jalan kaki dan lari santai mengitari komplek Stadion Harapan Bangsa.
Kegiatan berolahraga juga dilakukan atlet cabang olahraga yang tetap latihan selama puasa, seperti atlet angkat angkat besi Aceh yang latihan seraya tetap menjalani ibadah puasa, untuk mempertahankan prestasi.
Keuntungan Bagi Performa
Menurut Akademisi sekaligus praktisi olahraga Aceh, Dr. Mansur, M.Kes, menyebutkan, selain adaptasi metabolik, puasa juga memicu perubahan fisiologis lain seperti peningkatan hormon pertumbuhan, perbaikan sensitivitas insulin, serta aktivasi mekanisme perbaikan sel.
Proses ini, sebutnya seperti ditulis di blog Mansport, berkontribusi terhadap efisiensi pemulihan apabila asupan protein dan kualitas tidur tetap terjaga.
Kata Mansur, Puasa Bulan Ramadhan tidak sekadar fase defisit energi, melainkan fase restrukturisasi metabolisme yang berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang bagi performa.
Namun demikian, sebutnya, keberhasilan latihan selama di bulan puasa Ramadhan sangat ditentukan oleh manajemen beban dan periodisasi yang tepat.
Mansur menjelaskan, latihan intensitas ringan hingga sedang dianjurkan dilakukan menjelang berbuka puasa, sedangkan latihan intensitas tinggi lebih efektif dilakukan dua hingga tiga jam setelah berbuka ketika kebutuhan cairan dan energi telah terpenuhi.
Tanpa pengaturan tersebut, risiko overtraining dan dehidrasi dapat menyebabkan penurunan performa hingga 15–20 persen. (Sdm).






