Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Banda Aceh, H Isnaini Husda meminta seluruh kader untuk terus memperkuat tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.
Dia menegaskan hal tersebut dalam rencana kerja (Raker) DPC Partai Demokrat Banda Aceh yang dihadiri 60 peserta, terdiri dari pengurus harian DPC, anggota DPRK Banda Aceh dan Ketua bersama sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 9 kecamatan.
Khusus untuk Ketua PAC, Isnaini memanggil satu persatu yang ternyata hadir semuanya. “Apakah semuanya hadir,” tanyanya yang dijawab oleh salah seorang anggota DPRK Banda Aceh, satu koleganya absen karena membawa istri berobat ke luar Provinsi Aceh.
Salah satu pengurus yang menjadi perhatiannya, Bendahara DPC Partai Demokrat Banda Aceh, Tati Ariana yang terbang bersama pesawat Hercules TNI Angkatan Laut dari Bandara Rembele, Bener Meriah ke Bandara Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Aceh Besar.
Seperti diketahui, Bendahara Partai Demokrat satu ini harus berjuang keras untuk mendapatkan pesawat, seusai gagal beberapa hari untuk membawa serta orangtuanya ke Banda Aceh pada akhir pekan lalu, sehingga dapat juga hadir dalam raker ini.

Dalam raker ini, juga dihadiri anggota DPRA dari Partai Demokrat, di antaranya Romi Syah Putra, Nurdiansyah Alasta dan Arif Fadillah SIKom yang sekaligus membuka raker di Hotel Kumula, Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (23/12/2025) pagi jelang siang.
Dia menjelaskan raker ini menjadi bagian penting dalam pemenangan Pemilu 2029 dengan menyusun program kerja dan kebijakan strategis ke depan, tetapi harus dilakukan evaluasi atas hasil kinerja sebelumnya, yakni Pemilu 2024.
Namun, untuk memperkuat program kerja, harus juga dilaksanakan restrukturisasi pengurus DPC dan PAC dengan merekrut kader baru yang potensial, termasuk untuk calon anggota DPRK Banda Aceh.
Dia mengungkapkan sejumlah pengurus sudah tidak aktif lagi dengan berbagai alasan. Isnaini mencontohkan, ada yang sudah terpilih menjadi Keuchik Lamteh, Ulee Kareng yakni Marzuki SPdi yang merupakan Ketua PAC Ulee Kareng.
Kemudian ada juga yang pindah alamat karena pindah tugas atau sudah lulus P3K dan berbagai hal lainnya, sehingga perlu dilakukan penyegaran organisasi, dari DPC sampai PAC.
Dia juga memaparkan tupoksi lima wakil rakyat dari Partai Demokrat yang duduk di empat komisi berbeda dalam DPRK Kota Banda Aceh.
Isnaini menjelaskan jika ada kader atau masyarakat memiliki persoalan di lingkungannya, seperti jalan rusak maka ada wakil yang duduk di komisi yang berhubungan dengan jalan.

Demikian juga dengan pemberdayaan perekonomian masyarakat, Baitul Mal dan rumah sakit atau Puskesmas, maka juga ada wakil di komisi yang membidangi hal tersebut untuk disampaikan ke mitra kerja di Pemko Banda Aceh.
Sehingga, katanya, kader di legislatif dan eksekutif dapat menjalankan fungsi dengan maksimal.
“Kita ingin setiap kader bekerja optimal sesuai tugas pokoknya masing-masing, membangun sinergi dengan mitra kerja, dan memberi manfaat kepada masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Raker, Ismi Amran, dalam laporannya menyatakan sebanyak 60 peserta hadir, terdiri dari pengurus harian DPC dan PAC.
Dia juga menyebut satu persatu peserta yang hadir, terutama petinggi DPC Partai Demokrat Banda Aceh dan DPD Partai Demokrat Aceh.
Ismi juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta dan jajaran pengurus. Dia menjelaskan raker ini sebagai bahan konsolidasi dan penyusunan strategi pemenangan Pemilu 2029.(Muh)






