Tiga Budaya Aceh Tamiang Masuk Warisan Budaya tak Benda, Lainnya Segera Menyusul

Silat Pelintau Aceh Tamiang secara resmi masuk sebagai warisan budaya tak benda (WBTB). FOTO/DOK.DISDIKBUD ACEH TAMIANG

Kabarnaggroe.com, Kuala Simpang – Kabupaten Aceh Tamiang yang awalnya masuk Kabupaten Aceh Timur sebelum pemekaran telah berhasil mencatatkan tiga jenis kebudayaan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dikbudristek)

Pengakuan nasional ini semakin mempertegas, kelestarian budaya di daerah pemekaran Aceh Timur ini masih tetap terjaga dengan baik. Tiga kebudayaan Aceh Tamiang yang masuk WBTB terdiri dari Silat Pelintau, Dendang Lebah dan Rateb Berjalan.

Bahkan, ketiganya memiliki karakteristik tersendiri sehingga tidak sama dengan daerah lain dengan salah satu perbedaan yakni riwayat yang menjelaskan ketiga warisan budaya ini diperoleh secara alami oleh para leluhur Bumi Muda Sedia tersebut.

“Perbedaan tersebut menjadi sumber kuat sebagai bukti untuk disampaikan ke Kementerian sejak 2019 lalu,” kata Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pengakuan WBTB ini sangat penting sebagai identitas daerah, karena budaya pencak silat maupun cara mengambil madu ditemukan di daerah lain, sehingga dibutuhkan literasi yang kuat untuk meyakinkan Kementerian Dikbudristek.

Pengamat kebudayaan Aceh Tamiang, Muntasir Wan Diman menyatakan ini sebagai bukti masyarakat masih menjaga warisan leluhur dengan sangat baik. Dia yang ikut terlibat langsung dalam sejarah WBTB ini mengungkapkan usulan silat Pelintau sudah dilakukan sejak 2017.

Muntasir mengungkapkan pengakuan WBTB ini sudah memuaskan, namun menurutnya masih banyak warisan kebudayaan lain yang layak masuk WBTB. Mengacu pada konvesi UNESCO 2003 tentang safeguarding of intangible cultural heritage, Warisan Budaya tak Benda dibagi atas lima domain.

Terdiri dari tradisi lisan dan ekspresi, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritual dan perayaan-perayaan serta pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta. “Artinya jenis makanan kita seperti bubur pedas, lepat dan tarian ula ula lembing sangat layak masuk WBTB,” ungkap Muntasir.(Adv)