Daerah  

Diskopukmdag Banda Aceh Raih Penghargaan Terbaik PL-KUMKM Se-Indonesia

Kabarnanggroe.com, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh meraih penghargaan terbaik ke-5 di tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam Program Pendataan Lengkap Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PL-KUMKM) Tahun 2022

Penghargaan ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banda Aceh, M. Nurdin, S.Sos, M.Si, dalam acara Rakornas Hasil Pendataan Lengkap KUMKM yang digelar di Hotel Merusaka, Kabupaten Badung – Bali, beberapa waktu laludan diserahkan oleh Menteri Koperasi UKM RI, Teten Maduki.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi UKM RI atas kinerja program PL-KUMKM Tahun 2022,” ucap Nurdin menanggapi prestasi ini.

Nurdin mengatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras tim enumerator Pemko Banda Aceh, yang berhasil melampaui target nasional dengan mengumpulkan data dari 35.264 UMKM, melebihi target nasional yang sebelumnya hanya 21.000 data UMKM.

“Banda Aceh menjadi yang terbaik ke-5 dari 240 kabupaten/kota yang terlibat dalam pendataan terpilih,” tambah Nurdin.

Ia juga menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Kemenkop UKM yang telah memberikan penghargaan tersebut dan kita (Diskopukmdag Kota Banda Aceh Aceh) terus mensuport serta kepada Banda Aceh salah satu dari tujuh Kabupaten/Kota se-Aceh yang terpilih merupakan pendataan terbaik dan telah bekerja keras.

“Ini tidak lepas dari peran semua pihak terkait dalam membantu menyukseskan, sehingga Diskopukmdag Kota banda Aceh Aceh meraih penghargaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Koperasi UKM Aceh juga meraih penghargaan terbaik peringkat 4 di tingkat provinsi. Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Azhari, S. Ag. M.Si, yang diwakili oleh Kabid Kelembagaan T. Kamaludin, SE. M.Si, menerima penghargaan tersebut dari Menteri Koperasi RI, Drs. Teten Masduki.
Penghargaan ini menegaskan komitmen dan kontribusi nyata Diskopukmdag Banda Aceh dalam mendukung dan mengoptimalkan pembangunan sektor UMKM.

Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas keseriusan Banda Aceh dalam menghadirkan data yang akurat dan lengkap, menjadikan kota ini sebagai salah satu yang terdepan dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Sementara Kemenkop UKM, Teten Masduki menyampaikan di era yang serba dinamis seperti sekarang, pihaknya harus mulai mendesain berbagai kebijakan yang berbasis dari riset dan data, agar tercipta program yang adaptif tepat sasaran.


“Saya bersyukur, pada tahun 2022 lalu KemenKopUKM berhasil melakukan pendataan lengkap koperasi dan UMKM, di mana telah terkumpul 9,11 juta usaha di Indonesia dengan kriteria usaha non pertanian dan menetap, yang terdiri dari 9,09 juta UMKM dan 20.000 koperasi,” kata Teten Masduki.

Teten Masduki mengatakan, data-data ini akan mempermudah Pemerintah dalam menyusun program pemberdayaan UMKM, baik untuk mengembangkan SDM, menumbuhkembangkan usaha potensial, hingga menjadikan UMKM di tanah air memiliki daya saing di kancah global.[Adv]