Juanda Djamal: Enam Langkah Solusi Tekan Harga Beras

Juanda Djamal, penggagas Kawasan SieBreuh di Aceh Besar

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Harga beras yang terus meroket menjadi perhatian serius bagi masyarakat, namun Juanda Djamal, penggagas Kawasan SieBreuh di Aceh Besar mengemukakan, ada enam langkah tindakan konkret sebagai solusi yang diharapkan dapat menekan kenaikan harga beras yang tengah mengkhawatirkan.

Mantan anggota DPRK Aceh Besar Juanda Djamal menyarankan, enam langkah tindakan konkret tersebut di antaranya, diversifikasi Benih Padi. Para petani diminta untuk menanam berbagai jenis bibit padi yang menghasilkan gabah.

“Dengan adanya penanaman bibit seperti ini, dapat meningkatkan produksi beras dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis padi saja,” jelasnya, Jumat (22/9/2023).

Kemudian, sambung Juanda, pengaktifan resi gudang penyimpanan gabah. Dengan mengaktifkan sistem resi gudang, gabah dapat disimpan dengan aman dan dijamin kualitasnya.

“Dengan mengaktifkan resi gudang, Ini dapat membantu mengontrol pasokan dan harga beras,” terangnya.

Juanda Djamal mengungkapkan, solusi lainnya dengan mempertahankan Gabah di daerah yang merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga gabah yang dihasilkan tidak dijual keluar daerah.

“Langkah mempertahankan gabah tetap di daerah ini dapat membantu memastikan pasokan yang cukup di tingkat lokal,” sebutnya.

Kemudian, lanjutnya, dukungan dunia perbankan seperti Bank Aceh Syariah diharapkan dapat bekerjasama dengan kilang padi setempat. Pemberian modal tersebut, untuk dapat dipergunakan saat pembelian gabah dari petani.

“Dukungan modal dari bank, sangat dibutuhkan untuk pembelian gabah dari petani. Ini juga bentuk dukungan finansial kepada petani,” ungkap Juanda.

Juanda Djamal menambahkan, peran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) juga menjadi salah satu kunci penting dalam penekanan kenaikan harga beras. BUMG diharapkan dapat membeli gabah dari petani dan menyimpannya untuk dijual kembali saat stok gabah mulai menipis dengan harga yang lebih terjangkau.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus fokus pada pembelian dan penampungan gabah dari petani.

“Langkah pendirian BUMD ini sama halnya dengan peran BUMG, hanya saja peran BUMD lebih luas dalam upaya membantu menjaga harga gabah yang stabil,” imbuhnya.

Juanda Djamal menerangkan, upaya bersama melalui langkah-langkah tersebut dapat membantu meredakan kenaikan harga beras dan meningkatkan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Semoga solusi-solusi ini menjadi langkah awal untuk mengatasi masalah harga beras yang semakin meningkat,” tuturnya.

Selain itu, Juanda menyebutkan, Siebreh saat ini sedang mengajukan pengaktifan resi gudang terhadap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ia mengharapkan pengajuan tersebut dapat disetujui dalam waktu dekat.

Kemudian, jumlah gabah yang diperoleh dari petani masih dengan jumlah sekitar 100 ton permasa panen. Jumlah tersebut, terus mengalami peningkatan sejak berjalannya program tersebut.

“Setelah pengaktifan resi gudang ini disetujui, jumlah gabah yang dapat disimpan Kawasan Siebreuh bisa lebih maksimal. Dengan ini juga lebih mudah menekan inflasi harga beras di Aceh Besar,” pungkasnya.(WD)