Pj Bupati Pidie Kukuhkan Bunda PAUD Kecamatan

Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto foto bersama usai kukuhkan Bunda PAUD di 23 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie yang berlansung, di Oproom Kantor Bupati Pidie, Selasa (22/8/2023) FOTO/ PROKOPIM PEMKAB PIDIE

Kabarnanggroe.com, Sigli- Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto melakukan pengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 23 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie yang berlansung, di Oproom Kantor Bupati Pidie, Selasa (22/8/2023).

Pj Bupati Pidie mengatakan Aceh terkenal dan populer, baik dari zaman dahulu hingga sekarang ini, bahkan Indonesia harus belajar banyak dengan sejarah adat istiadat serta hukum agama di Provinsi Aceh.

“Saat ini terbukti lewat perjuangan Aceh, melawan penjajahan Belanda dan Jepang, bahkan Aceh memiliki Srikandi -Srikandi menentang penjajahan, seperti Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, Keumala Hayati serta lainnya,” ujar Pj Bupati Pidie.

Kemudian di Pidie, sejak dulu lahirnya pemuka pemuka agama terkenal, juga pahlawan nasional laki-laki dan wanita dalam menentang penjajahan. Disisi lain, Pidie memiliki petani dan pedagang yang ulet.

“Saya mengajak semua yang hadir untuk membangun daerah ini, sekaligus untuk mengulang kejayaan masa lalu baik agama, olahraga serta lainnya,” pinta Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto dalam pidato sambutannya di acara Pengukuhan Bunda PAUD untuk 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

Pengukuhan Bunda PAUD untuk menjadikan program pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini yang sangat menentukan pula kualitas kesehatan, intelegensi, kematangan emosional dan produktivitas manusia pada tahap berikutnya.

“Kita berharap organisasi Bunda PAUD ini terus maju di tengah tengah masyarakat untuk menyampaikan bahwa pertumbuhan anak sejak dini sangat penting dan suatu saat akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas,” imbuhnya.

Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto menyaksikan penandatangan berita acara pengukuhan Bunda PAUD, di 23 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie yang berlansung, di Oproom Kantor Bupati Pidie, Selasa (22/8/2023) FOTO/ PROKOPIM PEMKAB PIDIE

Sementara Kadisdikbud Pidie, H. Yusmadi Kasem, juga menyampaikan bahwa Gerakan Transisi PAUD ke SD menyenangkan merupakan Kebijakan Kemendikbud Riset dan Teknologi RI Episode 2.4 target tersebut untuk menghilangkan miskonsepsi yang terjadi selama ini, dimana kebijakan ini sendiri mempunyai tiga target perubahan, yaitu menghilangkan Tes Calistung, menerapkan masa perkenalan lingkungan sekolah selama dua minggu, dan memastikan semua anak usia dini (0-6 tahun) mendapatkan 6 pondasi dasar pembelajaran.

Kebijakan ini mulai dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2023/2024. Disdikbud bersama Bunda PAUD Pidie berkomitmen penuh untuk memastikan dan menyukseskan Gerakan Transisi PAUD ke SD terlaksana dengan baik dan menyeluruh.

Berbagai upaya persiapan dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Persiapan mulai dari Advokasi kepada kepala satuan PAUD ke SD, Pengawas PAUD ke SD dan Guru kelas awal SD.

Dilanjutkan dengan sosialisasi secara Zoom Meeting untuk menjangkau sasaran yang lebih banyak dan mengadakan pertemuan secara langsung dengan ketua komunitas PKG dan KKG. Sosialisasi juga disebarluaskan melalui media massa.

Selain berbagai persiapan tersebut, Disdikbud bersama Bunda PAUD Pidie juga melakukan Pra Monitoring ke seluruh satuan pendidikan SD untuk memastikan kesiapan sekolah, mulai dari persiapan dalam hal menciptakan suasana pembelajaran seperti di satuan PAUD dengan melakukan pengecatan ruangan kelas 1 dan 2, dan penyediaan APE yang mendukung serta berbagai upaya lainnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Pidie, Sekda Pidie, Kepala Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Kadis DP3AKB Pidie, mewakili Kadinkes Pidie, Ketua DWP Pidie, Ketua Persit KCK Cab XIX Dim 0102/Pidie, Ketua Cabang Pidie Bhayangkari, para camat dan para pengurus Organisasi Perempuan di Pidie. (Hrs)