Kabarnanggroe.com, KOTA JANTHO — Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pembelajaran coding bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Aceh Besar resmi dibuka pada Minggu, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin, S.E, yang akrab disapa Yahwa.
Pembukaan pelatihan turut didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Aceh Besar, H. Suryadi, S.Ag., M.Pd, serta dihadiri para guru MI se-Kabupaten Aceh Besar. Hadir pula para kepala madrasah dari Rayon Indrapuri dan sekitarnya. Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K2M) MI Aceh Besar, Nurharlina, S.Pd.I., M.Pd

Pelatihan ini dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 23 hingga 28 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta penguatan pembelajaran coding sebagai bagian dari pengembangan kompetensi abad ke-21 di madrasah.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Aceh Besar menekankan pentingnya penerapan nilai cinta dalam proses pembelajaran. Ia berharap para guru dapat melaksanakan tugas pendidikan dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang kepada peserta didik.
“Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana menghadirkan cinta, keteladanan, dan kepedulian dalam setiap proses pembelajaran. Dengan cinta, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter,” ujar Yahwa.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan pembelajaran coding di madrasah merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.
Yahwa Saifuddin juga berharap para guru MI mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal serta mengintegrasikan pembelajaran coding secara kreatif dan inovatif, sehingga madrasah semakin unggul dan berdaya saing.(Abrar)






