Ustaz Faiz Kiram Al Fatih: Islam Anjurkan Berpegang Teguh pada Akhlak dan Hubungan Baik Sesama Manusia

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Berpegang teguh pada akhlak mulia dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia merupakan bagian penting dari pengamalan ajaran Islam. Agama Islam bukan sekadar ritual ibadah yang dilakukan di masjid atau majelis ilmu, tetapi hakikat dan inti ajaran agama juga tercermin dalam akhlak serta cara seseorang bergaul dalam kehidupan sehari-hari.

Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustaz Faiz Kiram Al Fatih, menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimuem, Aceh Besar, Jumat (21/8/2026).

Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan yang baik, baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

“Agama itu adalah muamalah. Bagaimana kita bermuamalah dengan Allah dan bagaimana kita bermuamalah dengan hamba-hamba Allah,” ujar Ustaz Faiz dalam khutbahnya.

Menurutnya, pendidikan dan ilmu yang diperoleh seseorang tidak semestinya hanya menjadi pengetahuan yang digunakan dalam lingkungan tertentu. Ilmu dan pendidikan harus tercermin dalam perilaku serta menjadi pedoman dalam kehidupan, di mana pun seseorang berada.

“Pendidikan yang kita terima dan ilmu yang kita pelajari bukanlah baju yang kita pakai di tempat terbatas lalu kita lepas ketika pindah atau berganti. Keduanya adalah inti yang tetap dan perilaku yang terus-menerus menyertai manusia ke mana pun ia pergi dan singgah,” katanya.

Ustaz Faiz menjelaskan, seseorang pada akhirnya akan dikenal melalui akhlaknya dan cara ia berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, akhlak tidak boleh hanya ditampilkan kepada orang-orang tertentu, tetapi harus menjadi karakter dalam setiap keadaan.

Ia kemudian mengingatkan pesan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Menurut Ustaz Faiz, hadis tersebut menunjukkan bahwa ketakwaan kepada Allah harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik dalam kehidupan sosial.

“Akhlak yang baik bukan hanya untuk teman sekelompokmu saja, tetapi untuk semua orang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam bermuamalah. Menurutnya, seseorang harus berhati-hati dalam menyampaikan perkataan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Hal terpenting dalam muamalah adalah menjaga lisan dan tidak menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kata-kata yang baik adalah sedekah, sedangkan kata-kata yang buruk dapat menjadi luka yang sulit disembuhkan,” ujarnya.

Pada bagian lain khutbahnya, Ustaz Faiz mengingatkan agar seseorang tidak sombong karena ilmu, kedudukan, maupun kelebihan yang dimilikinya. Sebaliknya, ilmu harus melahirkan kerendahan hati dan manfaat bagi orang lain.

Ia mengajak jamaah untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, membantu orang yang membutuhkan, berbakti kepada orang tua, serta memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada keluarga.

Pada akhir khutbahnya, Ustaz Faiz mengajak para jamaah untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan membangun sikap tawadhu.

“Tawadhu adalah perhiasan orang berilmu dan pelajar. Jadilah orang yang jujur dalam ucapan, amanah dalam tindakan, dan menepati janji,” pesannya.

Ia mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, sehingga ilmu, ibadah, dan pendidikan yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan petunjuk kepada kita untuk memiliki akhlak yang paling baik,” pungkasnya. (Herman/Kaffah)

Exit mobile version