Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Ketergantungan kepada manusia adalah suatu kelemahan, sedangkan ketergantungan kepada Allah merupakan kekuatan. Karena itu, hindari menggantungkan harapan sepenuhnya kepada manusia, sebab mereka akan mati dan dapat meninggalkan manusia.
Allah Swt berfirman, “Dan bertawakallah kepada Dzat Yang Mahahidup, yang tidak akan mati, serta bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqan: 58)
Alumni pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustadz Daffa Atmam Azizan menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimuem, Aceh Besar, (3/7/2026).
Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu berangkat pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR.Tirmidzi).
Ustaz Daffa menjelaskan, berbagai krisis dan kesulitan hidup tidak akan terangkat oleh dokter ataupun orang bijak kecuali dengan izin Allah. Begitu pula nikmat tidak datang melalui manusia semata. Maka gantungkanlah hati kepada Sang Pencipta, bukan kepada makhluk.
Menurutnya, tawakal kepada Allah adalah ibadah orang-orang yang jujur imannya dan jalan hidup orang-orang yang ikhlas. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, bahkan disebutkan lebih dari lima puluh kali, Allah memerintahkan kaum mukminin bertawakal. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tawakal.
Ia mengatakan, diantara hasil tawakal kepada Allah: dilapangkan rezeki, terlindung dari godaan setan, serta masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal, sebab tawakkal merupakan tanda keimanan dan keislaman seseorang.
Ustaz Daffa menegaskan, mereka yang benar-benar menyerahkan diri kepada Allah dan tidak bergantung kepada selain-Nya akan dimuliakan dengan masuk surga tanpa perhitungan dan tanpa siksa.
“Maka tawakal bukan sekadar akhlak yang mulia, tetapi merupakan ukuran keimanan seseorang. Semakin kuat keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah, semakin sempurna pula iman dan keyakinannya,” ungkapnya.
Pada bagian akhir khutbahnya Ustaz Daffa mengingatkan, bahwa tawakal merupakan perisai yang kokoh dari bisikan dan tipu daya setan. Barang siapa berlindung kepada Allah, maka setan tidak akan mampu menyesatkannya.
“Sesungguhnya setan tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada tuhan mereka,” pungkasnya. (Herman/Sayed M. Husen)
