Guru TK Khairani Ajarkan Praktek Cara Cuci Tangan Pakai Sabun

Guru TK Khairani menyemprotkan hand sanitizer pada tangan murid sebelum masuk ke dalam kelas di Gampong Lubuk Batee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (21/07/2023). FOTO/MC ACEH BESAR

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Menjaga kesehatan sangat penting dalam perkembangan peserta didik, baik perkembangan motorik maupun sensorik. Mencuci tangan dengan sabun dapat meminimalisir terjadinya serangan penyakit. Guna mencegah terjadinya penyakit guru Taman Kanak-kanak (TK) Khairani mengajarkan praktek cara cuci tangan pakai sabun kepada muridnya sebelum masuk kelas di komplek TK Khairani, Gampong Lubok Batee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jum’at (21/7/2023).

Kepala Sekolah TK Khairani Nurul Fajriah mengatakan personal hygiene merupakan usaha seseorang untuk menjaga diri agar tetap bersih dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara paling mudah dalam menerapkan personal hygiene adalah dengan mencuci tangan. Tangan memiliki aktivitas yang tinggi, karena hampir semua gerakan tubuh tangan memiliki frekuensi bergerak paling banyak. Adanya aktifitas ini maka tangan bisa menjadi potensi dalam kontaminasi dan penyebaran penyakit.

Murid TK Khairani mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas di Gampong Lubuk Batee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (21/07/2023).FOTO/MC ACEH BESAR

“Anak-anak TK belum memiliki tingkat kesadaran personal hygiene yang tinggi, berbeda dengan anak SMP ke atas dan orang dewasa. Anak-anak TK yang masih dalam masa pertumbuhan sangat rentan dengan penyakit infeksi yang bisa ditularkan melalui tangan,” ujarnya.

Nurul mengatakan budaya cuci tangan harus diajarkan sejak dini. Saat ini mungkin pemahaman dan manfaat cuci tangan hanya dilihat dari satu sisi saja yakni bersih, anak-anak tidak mendapat pemahaman yang lebih mendalam mengapa harus cuci tangan.

Menurutnya, perlu adanya upaya pemahaman yang lebih mendalam pada anak-anak tentang manfaat cuci tangan, yakni mengajak mereka untuk masuk dalam dunia mikrobilogi. Anak-anak diminta untuk memberikan telapak tangannya untuk disampling sebelum dan sesudah cuci tangan. Dari hasil sampling tersebut kemudian ditumbuhkan dalam media agar dan diinkubasi.

Ibu guru mengajar siswa dan siswinya cara berdoa sebelum makan di TK Khairani, Gampong Lubuk Batee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (21/07/2023).FOTO/MC ACEH BESAR

“Hasil dari inkubasi nantinya akan menjadi bukti jumlah bakteri di telapak tangan sebelum dan sesudah mencuci tangan. Dengan adanya bukti ini siswa paham tentang manfaat cuci tangan,” ujar Nurul.

Selain itu juga, menurut Nurul, siswa diajak untuk melihat bakteri yang ada ditelapak tangannya yang sudah diisolasi. Dengan melihat dengan mata kepala sendiri melalui mikroskop siswa akan lebih paham apa itu kuman/bakteri yang nantinya bisa menyebabkan penyakit.

“Murid tidak semata-mata menjadi responden, tetapi juga diajak untuk terlibat dan melihat hasil penelitian,” ungkapnya.

Selain mempraktekkan cara cuci tangan, guru-guru TK Khairani juga mengajarkan muridnya cara makan dengan sopan serta lagu dan permainan lainnya.

“Mereka tidak hanya diajarkan cara cuci tangan dan cara menyantap makanan dengan sopan, tapi mereka juga diajarkan beberapa lagu dan diberikan kebebasan untuk bermain, hal ini dilakukan agar anak-anak ini tidak stres dengan pelajaran,” pungkas Nurul Fajriah.(Rinaldi/*)