Aceh Butuh 200 Ribu Unit Rumah

* Pusat Akokasikan 36.328 Rumah korban Banjir dan Longsor

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. FOTO/ANT

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menyebut saat ini jumlah hunian warga yang rusak akibat  banjir dan tanah longsor terus bertambah hingga mencapai 200 ribu rumah.

Mualem berharap pemerintah pusat menambah pembangunan perumahan bagi para korban, yang saat ini ditargetkan membangun 36.328 unit rumah.

“Aceh saja mungkin sudah 200 ribu semuanya, belum lagi Padang dan Sumut, Aceh kan tiap hari laporannya tambah,” kata Mualem saat berkunjung ke Gayo Lues untuk mengantarkan bantuan Sabtu (20/12/2025).

Menurut Mualem saat ini sudah ada beberapa donatur, baik swasta maupun pemerintah, yang akan membangun perumahan sementara untuk penyintas bencana.

Misalnya seperti bantuan dari pemerintah pusat, Yayasan Budha Tzu Chi dan Danantara. Meski jumlahnya belum mencapai setengahnya dari rumah warga yang rusak, Mualem tetap bersyukur dan berharap perumahan-hunian ini segera dibangun.

“Saya rasa buat sementara cukup, tapi untuk keseluruhannya tidak cukup,” katanya.

Saat ini melibatkan kementerian terkait akan fokus untuk melakukan normalisasi dan pengecekan lahan untuk pembangunan perumahan sementara (huntara) dengan menurunkan alat berat.

Seorang relawan asal Malaysia menenangkan seorang pria lansia yang rumahnya terendam lumpur di Pidie Jaya pada Desember 2025. FOTO/FB.SCREENSHOT

“Supaya cepat lah. Memang ini harus kita manfaatkan semua. Semua beko-beko kita kerahkan untuk normalisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan 44.045 unit hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra. Huntara itu akan dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keseluruhan unit perumahan sementara itu tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rinciannya, di Sumatera Barat sebanyak 2.559 unit, Sumatera Utara 5.158 unit, dan paling banyak di Aceh mencapai 36.328 unit.

Dari data posko tanggap darurat bencana Aceh update Minggu (21/12/2025), jumlah rumah rusak akibat banjir longsor sebanyak 119.219 unit, 260 unit kantor, 631 tempat ibadah, 452 sekolah, 502 pondok pesantren dan 192 RS dan Puskesmas.

Sementara 1.098 titik jalan rusak, 492 jembatan, 90.601 hektare sawah, 23 ribu hektare kebun dan 39 ribu hektare tambak warga.(Muh/*)