Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, menerima audiensi Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan, mulai dari tingkat kota hingga gampong.
Audiensi turut dihadiri Hj. Devi Yunita, ST, anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi PKS, serta aktivis SP Aceh, di antaranya Fitriani KPA.
Fitriani menyampaikan pentingnya memperluas ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, perempuan merupakan bagian besar dari populasi Banda Aceh sehingga aspirasi dan kebutuhan perempuan perlu terakomodasi dalam pembangunan.
SP Aceh juga menyampaikan program penguatan kapasitas melalui Training Feminis dan Keorganisasian Perempuan, yang bertujuan mendorong kepemimpinan perempuan muda di tingkat akar rumput.
Musriadi mengapresiasi audiensi tersebut dan menilai masukan masyarakat sipil penting bagi DPRK dalam memperkaya perspektif penyusunan kebijakan.

“Perempuan harus diberikan ruang yang cukup untuk menyampaikan aspirasi dan ikut menentukan arah pembangunan. Kebijakan yang baik harus mampu mendengar dan mengakomodasi kebutuhan seluruh masyarakat,” ujar Musriadi.
Sementara itu, Devi Yunita menyatakan penguatan peran perempuan perlu dilakukan secara nyata, baik di tingkat kota maupun gampong.
“Partisipasi perempuan perlu terus diperkuat. Kita berharap semakin banyak ruang yang terbuka bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi dan ikut berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.
Musriadi berharap komunikasi antara DPRK, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok perempuan terus diperkuat sehingga berbagai isu perempuan dapat dibahas bersama dan menghasilkan solusi yang konstruktif.
“Kita ingin membangun Banda Aceh yang partisipatif dan inklusif. Suara perempuan harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan,” pungkas Musriadi.(Mar)






