Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Seluruh pemain PSAB Aceh Besar, baik senior maupun junior makin padu dan solid dalam menjalani latihan terakhir di Lapangan PSKU Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Kamis (20/11/2025) sore, sehingga sudah siap bertempur dalam Grup D Liga 4 Zona Aceh 2025/2026 .
Pelatih PSAB, Mukhlis Nakata dibantu asisten setianya, M Hidayat memberi pelatihan khusus kepada para pemain, memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam dua uji coba sebelumnya, pertama melawan Persiraja Banda Aceh dengan hasil akhir, kalah 1-3 dan kedua dengan DeGe FC Kuta Baro, Aceh Besar, menang 3-2.
Latihan dimulai seusai shalat Ashar atau sekitar pukul 16.50 WIB diawali dengan berlari keliling lapangan satu kali, dilanjutkan dengan penguatan otot-otot kaki dan tangan untuk pemain berjumlah 25 orang, termasuk kiper PORA Aceh Besar, Luthfi A Farhani yang tidak masuk skuad PSAB senior.
Kemudian, pemain dikumpulkan untuk mendengar arahan sang legend Persiraja, Nakata tentang latihan yang akan dijalani dan berbagai hal lainnya yang harus diperbaiki para pemain, berdasarkan dua uji coba sebelumnya.
Latihan dilanjutkan dengan membentuk beberapa kelompok pemain dalam lingkaran untuk memainkan bola jarak dekat, passing dan bypass dengan serius. Sekali-sekali, juga terdengar canda tawa pemain, tetapi tetap berlangsung dengan serius.

Ini merupakan paling umum dalam latihan sepakbola modern, walaupun sudah klasik, di mana sekelompok pemain mengoper bola dengan cepat dan satu atau dua pemain di tengah berusaha merebut atau menghadang operan bola.
Rondo ini terus dipraktekkan oleh pelatih PSAB dalam setiap latihan tanpa sela dengan tujuan meningkatkan kontrol bola, akurasi operan, kecepatan dalam mengambil keputusan, sehingga muncul kerjasama tim yang solid.
Skema latihan ini diperagakan dengan baik oleh seluruh pemain, termasuk dua kiper PSAB, Marsel dan Nailul yang juga ikut melaksanakan latihan ini, seiring sang pelatih kiper, Rahmanuddin tidak hadir di lapangan.
Latihan berikutnya dilaksanakan berdasarkan posisi masing-masing pemain, mulai dari bek, gelandang, sayap dan striker. Untuk lini pertahanan dipimpin Nakata yang memberi instruksi langsung kepada pemain untuk menghalau bola dari serangan lawan.
Berbagai skema serangan lawan diperagakan dalam latihan ini yang menjadi salah satu kelemahan saat melakukan uji coba dengan tim lain. Pemain di sektor pertahanan ini mendapat pelatihan secara serius.
Serangan lawan yang biasanya muncul dari sayap atau juga lapangan tengah mendapat perhatian khusus dari Nakata, dengan melatih pemain bertahan dalam menghalau bola, baik dengan kepala maupun kaki.
Jika ada pemain yang melakukan kesalahan, Nakata langsung menegur sang pemain agar dalam menghalau bola dari lawan tidak membahayakan gawang sendiri, tetapi dapat membantu pemain lainnya untuk melakukan serangan balik.

Sebaliknya, para pemain lainnya dilatih oleh M Hidayat dengan beragam skema penyerangan agar dapat menghasilkan gol. Para pemain tampak serius mengikuti latihan ini yang menjadi penting dalam sebuah permainan, dapat menjebol gawang lawan.
Berbagai skema lainnya juga dilaksanakan dalam latihan ini, bertahan dan menyerang secara bersamaan, sehingga terlihat perpaduan yang semakin solid, satu sisi menyerang dan satu sisi lainnya bertahan.
Ada juga latihan tendangan bebas dari luar kotak penalti dan sepak pojok, di mana striker dan bek saling adu ketangkasan dalam menghalau atau menyarangkan gol ke dalam gawang yang dikawal tiga kiper secara bergantian, Marsel, Nailul dan Luthfi A Farhani.
Seusai melaksanakan latihan hampir dua jam di bawah cuaca mendung, para pemain melakukan peregangan otot secara bersama-sama dan mendengarkan arahan dari Manajer PSAB, Wahyu ‘Al-Yunirun’ dan makan bersama bagi seluruh pemain dan pelatih sebelum membubarkan diri, pulang ke rumah masing-masing sebelum shalat Maghrib.(Muh)






