Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pedagang kue lebaran Adi menyebutkan, sampai saat ini tingkat penjualan masih sangat rendah. Bahkan, lebih tinggi tingkat penjualan tahun lalu dimasa pandemi.
“Dimasa pandemi tampak tidak ramai orang yang lalu lalang, namun penjualannya tetap normal. Untuk tahun ini malah sebaliknya,” ungkapnya di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Banda Aceh, Rabu (19/4/2023).
Ia menjelaskan, lokasi tersebut sudah digunakannya untuk berjualan sejak beberapa tahun lalu. Dalam bulan puasa tahun ini, lokasi tersebut sudah mulai digunakan untuk berjualan sejak 10 hari lalu. “Kita sudah mulai berjualan sejak saat itu, dan kita buka selama 24 jam secara bergantian,” ucap Adi.
Ia menerangkan, varian kue lebaran tersebut dijual dari harga Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu, baik itu yang perkiloan atau perbungkusannya. Sebagian kue tersebut, titipan para pembuat kue lebaran untuk dijualkan, dan sebagian lainnya miliknya pribadi.

“Ada titipan orang lain dan ada juga memang milik kita sendiri,” ujarnya.
Adi berharap, penjualan dapat meningkat dalam beberapa hari terakhir sebelum hari lebaran. Kekhawatirannya terkait jumlah penjualan dapat segera teratasi, dan tidak terjadinya mode penjualan dengan pemotongan setengah harga dimalam lebaran nantinya.
“Kalau dijual setengah harga itukan dasarnya unsur keterpaksaan, gak dijual rugi total, dijual pun terkadang hanya menutupi sejumlah modal pembuatannya saja. Semoga mode penjualan seperti itu tidak harus dilakukan,” pungkasnya.(WD)






