Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Tanggal 12 Februari 2026 tepat satu tahun kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. Pasangan ini dilantik langsung oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf di Ruang Sidang Paripurna DPRK Banda Aceh dengan penuh khidmat dan semangat.
Menanggapi satu tahun kepemimpinan pasangan Illiza-Afdhal, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad berpendapat bahwa Kota Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi semakin dikenal baik di tingkat nasional hingga internasional.
“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza-Afdhal,Kota Banda Aceh semakin “Dithe le Donya” (dikenal oleh Dunia). Terlihat dari kiprah dan penghargaan serta tokoh yang datang mengunjungi dan berkolaborasi dengan pemerintahan Kota Banda Aceh. Ini adalah kemajuan yang harus diapresiasi,” terang Tuanku Muhammad, kepada awak media, di Banda Aceh, Jumat (20/2/2026).
Selain itu, Tumad juga melihat kondisi pemerintahan mampu berjalan dengan sinergi dan kondusif terutama antar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Juga beberapa program pembangunan yang mulia terlihat dan tertata dengan baik di tengah kondisi keuangan yang masih dirasa terbatas.
Dalam hal penegakan syariat Islam, di masa Illiza- Afdhal juga semakin terasa terutama dalam hal melakukan razia-razia hingga pembinaan di tengah masyarakat. Meskipun tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak PR yang harus dilakukan dalam hal menegakkan syariat Islam di Kota Banda Aceh.
Tuanku Muhammad juga menyampaikan bahwa karena masih satu tahun kepemimpinan maka kita belum bisa banyak mengevaluasi pembangunan di masa Illiza-Afdhal namun sedikit banyaknya kita bisa melihat dari beberapa Visi dan Misi pasangan ini yang sedang dan telah dijalankan. Patokan keberhasilan tentu berdasarkan capaian ini yang dituangkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
Terakhir, Tumad juga menitip harapan agar di perjalanan kepemimpinan tahun kedua ini, pasangan Illiza-Afdhal bisa semakin ‘tancap gas’ dalam melakukan pembangunan-pembangunan di Kota Banda Aceh yang bisa meningkatkan kesejahteraan warganya di tengah masih tingginya angka pengangguran di Kota Banda Aceh.(Mar)






