Ketua HIMAB Apresiasi Respons Cepat Pemkab Aceh Besar Tangani Bencana dan Salurkan Bantuan

Ketua HIMAB Aceh Besar Isratullah berdialog dengan Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), di Aceh Besar, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK MEDIA POS ACEH

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB), Isratullah, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Apresiasi tersebut disampaikan atas keterlibatan aktif Pemkab Aceh Besar, baik melalui dukungan kebijakan maupun penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat dan mahasiswa terdampak.

Isratullah menilai sinergi antara unsur eksekutif dan legislatif Pemkab Aceh Besar terlihat jelas dalam penanganan bencana. Hal itu ditandai dengan pemberangkatan 15 ton bantuan kemanusiaan oleh DPRK Aceh Besar, serta kehadiran langsung Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris (Syech Muharram), dalam menyalurkan sekitar 170 ton bantuan logistik dari masyarakat Aceh Besar ke daerah terdampak bencana.

Selain kepada masyarakat, bantuan juga disalurkan kepada mahasiswa asal Aceh Besar yang berada di Banda Aceh dan tidak dapat pulang kampung akibat kondisi darurat bencana.

“Kami mengapresiasi komitmen dan kehadiran nyata Pemkab Aceh Besar, baik eksekutif maupun legislatif, yang bergerak cepat dan responsif dalam situasi darurat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir bersama rakyat, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga aksi di lapangan,” ujar Isratullah, di Aceh Besar, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, langkah DPRK Aceh Besar yang mengirimkan bantuan dalam jumlah besar, lengkap dengan relawan, posko darurat, dapur umum, serta dukungan komunikasi darurat, mencerminkan kepedulian kolektif dan pengelolaan krisis yang terkoordinasi dengan baik. Sementara itu, perhatian Bupati Aceh Besar terhadap mahasiswa terdampak dinilai sebagai wujud kepemimpinan yang humanis dan inklusif.

Isratullah juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam upaya kemanusiaan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama penanganan bencana menjadi contoh positif dalam menghadapi situasi darurat.

“Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam gerakan kemanusiaan ini menunjukkan kuatnya solidaritas sosial. Kami berharap pola kerja sama seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam merespons berbagai persoalan publik lainnya,” katanya.

Selain penanganan bencana, Isratullah turut mengapresiasi langkah cepat Pemkab Aceh Besar dalam menyikapi persoalan lain yang muncul di tengah kondisi darurat, seperti ketersediaan BBM, stabilitas harga pangan, serta pasokan gas LPG bagi masyarakat.

“Di tengah keterbatasan dan situasi sulit, langkah cepat Pemkab Aceh Besar dalam menyelesaikan persoalan BBM, harga pangan, serta ketersediaan gas LPG patut diapresiasi,” pungkasnya.(Wahyu/*)