Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Communication Tour 2026 ke Serambi Indonesia pada Jumat , 19 Juni 2025. Kegiatan bertema “Connecting Relations, Expanding Knowledge” ini diikuti 38 mahasiswa bersama dosen pembimbing.
Kegiatan studi lapangan ini berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB, dipimpin langsung oleh Sekretaris Prodi, Hanifah, M.Ag, serta staf program studi lainnya.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan akademis dengan industri media, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia jurnalistik secara langsung. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran redaksi dan Staf Serambi Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sesi diskusi interaktif yang membedah sejarah panjang media cetak tertua dan terbesar di Aceh ini. Dalam sesi pemaparan sejarah, para peserta diajak kembali ke masa lalu, tepatnya pada 9 Februari 1989, saat Harian Serambi Indonesia pertama kali terbit. Didirikan oleh duo jurnalis senior, M. Nourhalid Anoez dan H. Sjamsul Kahar, kehadiran Serambi Indonesia tidak bisa dipisahkan dari dukungan harian Kompas (Kompas Gramedia Group). Mahasiswa tampak terpukau saat mendengarkan kisah perjuangan Serambi Indonesia bertahan di tengah konflik bersenjata Aceh hingga hantaman bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004.
“Tsunami sempat melumpuhkan operasional kami dan merenggut nyawa puluhan karyawan. Namun, demi menyampaikan informasi dan menjadi ‘penyambung lidah’ masyarakat Aceh yang sedang berduka, Serambi berhasil bangkit dan kembali terbit hanya beberapa hari setelah bencana,” ujar salah satu perwakilan redaksi saat menceritakan kilas balik sejarah.
Tidak hanya mendengar teori, melalui Communication Tour ini para peserta diajak berkeliling langsung (office tour) untuk melihat apa saja yang ada di dalam ekosistem Serambi Indonesia saat ini. Seperti, Ruang Redaksi, Studio Serambinews TV & Radio Serambi FM, Mesin Cetak Raksasa, dan Kanal Digital (Serambinews.com).
Sesuai dengan temanya, kegiatan ini sukses menjadi jembatan (connecting relations) antara teori komunikasi yang didapatkan mahasiswa di bangku kuliah dengan realitas industri media (expanding knowledge).
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru tentang teknik produksi berita modern, tetapi juga pemahaman mendalam tentang nilai sebuah konsistensi, idealisme, dan sejarah panjang media.(*)






