Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh guru MAN 1 Aceh Besar. Ansar Salihin, S.Sn.,M.Sn berhasil meloloskan karyanya dalam Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh. Karya berjudul “Ucak dan Meurah di Lintasan Gajah” tersebut mengangkat kisah konflik antara manusia dan gajah dalam balutan cerita anak yang sarat nilai edukatif.
Dalam hasil seleksi, panitia menetapkan sebanyak 29 naskah terbaik dari kategori A dan C. Ansar Salihin termasuk salah satu penulis yang lolos pada kategori C, bersanding dengan penulis-penulis lain dari berbagai daerah di Aceh. Keberhasilan ini menjadi bukti kontribusi nyata guru dalam mengembangkan literasi sekaligus memperkaya khazanah cerita anak berbasis kearifan lokal.
Cerita yang ditulis Ansar mengisahkan Ucak, seorang anak desa yang tinggal di sekitar hutan dan kebun kopi. Ia menjalin persahabatan dengan Meurah, seekor anak gajah yang tersesat. Hubungan mereka yang penuh kehangatan diuji ketika kawanan gajah datang ke permukiman warga dan menimbulkan kepanikan. Dalam situasi tersebut, Ucak berusaha mencari solusi agar manusia dan gajah dapat hidup berdampingan secara damai. Kisah ini mengandung pesan moral tentang keberanian, kepedulian, serta pentingnya menjaga harmoni dengan alam.
“Melalui cerita ini, saya ingin menanamkan nilai empati kepada anak-anak, bahwa manusia dan hewan memiliki hak hidup yang harus dihormati bersama,” ungkap Ansar Salihin
Kepala MAN 1 Aceh Besar, Arjuna, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi yang diraih oleh Ansar Salihin sebagai bagian dari keluarga besar madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini. Ini menjadi bukti bahwa guru MAN 1 Aceh Besar tidak hanya berperan dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif berkarya dan berkontribusi dalam dunia literasi. Semoga ini menjadi motivasi bagi guru dan siswa lainnya untuk terus berkarya,” ujarnya.
Ansar Salihin selain mengajar Seni Budaya di MAN 1 Aceh Besar, ia juga aktif dalam kegiatan literasi serta telah menghasilkan berbagai karya tulis, seperti buku pelajaran, buku ilmiah populer, antologi puisi, cerpen, hingga cerita anak. Prestasi ini semakin mengukuhkan kiprahnya sebagai pendidik sekaligus penulis yang konsisten berkarya.(Herman/*)
