Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Suatu perkumpulan para pecatur di Aceh yaitu Komunitas Olahraga Brilian Aceh (Kobra) 512 tidak hanya berorientasi pada bermain, latihan dan bertanding catur, akan tetapi juga memiliki giat silaturrahmi, ukhuwah dan solidaritas sosial.
Komunitas yang awalnya bermarkas di Warung Kopi 512 – dasar 512 ditabalkan di ujung akronim komunitas ini – Ketapang, Darul Imarah, Aceh Besar terbilang aktif dan rutin melakukan kegiatan pertandingan dalam bentuk liga, turnamen untuk tingkat anggotanya dan masyarakat umum.
Di usianya yang sudah sekitar enam tahun ini, selain melakukan pertandingan yang juga ajang silaturrahmi, ada kumpul-kumpul makan bersama atau kenduri seperti buka puasa bersama.
Membantu donasi dan mengunjungi anggota yang ditimpa musibah sebagai bentuk implementasi ukhuwah, kekeluargaan dan solidaritas sosial yang diusung komunitas ini.
Ukhuwah dan Solidaritas
Kobra 512 yang saat ini dipimpin oleh Haspan Yusuf Ritonga – yang baru sekitar tujuh bulan dipilih dan dipercaya sebagai ketua – terus menggalakkan kegiatan peningkatan prestasi, silaturahmi, ukhuwah dan solidaritas.
Meski sangat merespon dan mendukung program-program kegiatan peningkatan prestasi melalui kompetisi dan mengirimkan pecatur mengikuti turnamen, Haspan juga menjadikan ukhuwah dan solidaritas sosial bagian yang penting dan telah dijalankan.
Seperti ketika banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Kobra 512 yang dikomandoi langsung oleh Haspan berhasil menggalang donasi dan menyalurkannya ke anggota Kobra yang terdata yang terkena banjir dan longsor.
Tetap melakukan kunjungan dan donasi ke anggota Kobra atau keluarganya yang ditimpa musibah sakit dan meninggal dunia.
Semangat ukhuwah dan silaturrahmi makin menyala dengan diadakannya buka puasa bersama pada awal puasa Ramadhan tahun ini – kegiatan ini juga sudah menjadi rutinitas.
Haspan mengatakan, buka puasa bersama menjadi momentum meningkatkan silaturrahmi dan menguatkan persaudaraan dan kekeluargaan.
Haspan juga terus menggerakkan silaturrahmi melalui pelaksanaan program kegiatan kompetisi atau turnamen untuk anggota Kobra.
Setiap program sosial dan pembinaan prestasi yang akan dijalankan tersebut sebelumnya juga telah melalui pembahasan dan ditetapkan dalam musyarawah para pengurus dan anggota di Kobra 512.
Liga Ajang Latihan
Hasil musyawarah tersebut yaitu pelaksanaan kompetisi dalam bentuk Liga dibagi divisi satu, divisi dua dengan sistim promosi dan degradasi telah digelar secara rutin dua pekan sekali.
Liga ini menjadi ajang latihan latih tanding bagi pecatur yang juga anggota Kobra 512 sebagai persiapan menghadapi berbagai turnamen besar tingkat lokal, nasional dan international, menyalurkan hobi bermain catur.
Pertandingan liga catur dengan jumlah 15 – 20 peserta di masing-masing divisi di gelar di Warung Kopi Abah, Kupi, Gue Gajah, Aceh Besar, yang juga markas atau sekretariat baru Kobra 512.
Pecatur Tangguh dari Berbagai Daerah
Haspan menyebutkan, dalam Kobra 512 ini berhimpun para pecatur dari berbagai daerah di Aceh. Banyak di antaranya adalah pecatur tangguh yang telah meraih prestasi di berbagai event, seperti Master FIDe (MF) Hendrik Friasayani dan MF Zulkhairi.
Sebutnya, juga banyak pecatur yang bagus mainnya dan kerap meraih prestasi di turnamen lokal seperti di antaranya yaitu Fudhailul Bari, Rezi Firnanda, M Akbar, Agussalim dan Hidayat.
Katanya, Kobra 512 tetap dan terus secara terbuka menerima masyarakat, peminat, penghobi catur yang bergabung menjadi anggota.
Ia berharap, dari program kegiatan pembinaan prestasi dan sosial yang telah dan akan dilakukan ini dapat membentuk pecatur berkarakter dan bermental baik yang berprestasi di tingkat nasional.
Turnamen Terbuka
Karena itu, katanya, Kobra 512 juga akan membuat turnamen terbuka yang dapat menarik keikusertaan pecatur tangguh bergelar dari berbagai provinsi.
Untuk tahap awal, rencana turnamen terbuka ini sudah dibahas dan dirumuskan dalam musyawarah anggota dan pengurus usai buka puasa bersama di Abah Kupi, 7 Maret 2026.
Disebutkan, turnamen terbuka tersebut sangat mendukung peningkatan kualitas dan prestasi pecatur Aceh. Untuk realisasi pelaksanaan event ini sangat diperlukan dukungan donatur dan sponsor dari pemerintah dan berbagai pihak.
Perlu diketahui, semua program kegiatan pembinaan prestasi dan sosial yang telah dilakukan serta berjalan dengan baik selama ini, pembiayaannya bersumber dari iuran anggota, donasi pengurus dan simpatisan. (Sudirman Mansyur).






