Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues ( Galus) Rabu, (17/12/2025).
Kedatangan Gibran hanya beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto ke Padang, Sumatera Barat. Gibran sudah lebih dulu datang ke provinsi terdampak bencana Sumatera di Aceh.
Gibran mendarat di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (17/12/2025) pagi dan disambut adik iparnya yang juga Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Setelahnya, Gibran langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues, menggunakan helikopter dengan waktu terbang sekitar satu jam.
Di Gayo Lues, Gibran mendatangani posko pengungsian, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga lokasi-lokasi infrastruktur yang hancur akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 lalu
Saat meninjau posko pengungsian di Gayo Lues, Gibran meminta maaf kepada masyarakat korban bencana karena harus mengantre panjang demi mendapatkan BBM di SPBU, akibat akses jembatan yang terputus.
Pada kesempatan itu, Gibran juga mengatakan sebanyak 95 jembatan yang putus karena tersapu banjir menjadi pekerjaan utama pemerintah agar arus logistik dan BBM bisa kembali normal.
“Dilaporkan ke saya, ada 95 jembatan yang terputus, jadi mohon maaf bapak, ibu, karena jembatannya terputus, saya lihat di beberapa tempat, pom bensin banyak antrean juga,” kata Gibran di posko pengungsi seperti dikutip dari Antara.
Sebelum meninjau posko pengungsian, Gibran sempat meninjau SPBU Raklunung yang ramai dikunjungi warga yang mengantre pembelian BBM.
Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan baik motor maupun mobil mengular sampai ke pintu masuk SPBU. Dalam pengamatannya, Gibran mendapat laporan bahwa warga telah mengantre selama lebih dari tiga jam.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gayo Lues, Gibran didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, hingga direktur Pertamina dan PLN.
Di depan ribuan pengungsi, Gibran berpesan agar pejabat terkait dapat mempercepat perbaikan infrastruktur, mulai dari pembangunan kembali jembatan yang putus, hingga pasokan BBM dan listrik.
Dia juga menyampaikan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto yang berjanji akan membangun kembali rumah warga yang rusak karena dilanda banjir.
Namun, pembangunan rumah baru tersebut tidak dapat dipastikan berada di lokasi yang lama, jika dianggap berbahaya karena dekat dengan aliran sungai.
Gibran meminta Bupati Gayo Lues untuk menentukan lokasi baru yang aman untuk pembangunan rumah warga.
“Pak Presiden berjanji akan membangun kembali rumah-rumah yang rusak. Mungkin nanti bisa di tempat yang sama atau di tempat yang lain yang lebih aman tentunya. Karena tadi saya lihat, sungainya sudah jadi lebar, jembatannya rusak, ada beberapa rumah juga yang hanyut, kita pastikan nanti di rumah yang baru di tempat yang aman ya Pak Bupati,” kata Gibran.
Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah daerah di Pulau Sumatra pada akhir November lalu. BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.059 jiwa per Rabu (17/12/2025).
Untuk jumlah korban hilang, dari total tiga provinsi, hari ini berkurang 8 orang. Dari sebelumnya 200 orang, menjadi 192 orang.
Kemudian untuk jumlah pengungsi, hari ini berkurang 17.814 orang, sehingga totalnya bertambah 588.226 orang.
Jumlah tersebut berkurang dari kemarin sebanyak 606.040 orang. Proses pencarian korban masih berlangsung sampai sekarang, selain itu masih ada daerah terdampak yang masih sulit diakses.(Muh/*)






