Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pecatur Banda Aceh, Rezi Firanda mulai kembali menunjukkan performa permainan yang bagus, setelah tampil sebagai runner-up kejuaraan Pidie Cup I yang digelar di Coffee Indatu Kupi, Beureunuen, Pidie, 16 – 17 Desember 2023.
Pada kejuaraan yang digelar dalam rangka menyongsong Pemilu damai ini, pria kelahiran 23 tahun lalu atau tepatnya 5 Februari 2000 di Banda Aceh, tampil dengan permainan ganas, sehingga dalam 9 babak pertandingan sistim Swiss berhasil meraih nilai match point (MP) 7,5 buchholz/solkoff 56 berada di peringkat kedua.
Juara pertama pada kejuaraan yang diikuti sebagian besar pecatur tangguh di Aceh dan Sumatera Utara ini diraih Master Nasional (MN) Muhammad Johan dari Medan dengan MP 8, ranking ketiga ditempati FIDE Master (FM) Muhammad Hendrik Friasayani (Hendrik Chess School, Sabang) MP 7,5 buchholz 50. Kejuaraan ini menyediakan hadiah total 12 juta diberikan kepada pemenang peringkat 1 hingga 20.
Rezi yang bisa kembali meraih prestasi di kejuaraan, sedikit mengejutkan kalangan pecatur dan insan catur di Aceh, pasalnya pada 2023 ini hampir tidak ada prestasi terbaik diraihnya di event-event berkelas di Aceh.
Fresh karena Lulus Sidang Skripsi S1
Ia menyebutkan, bisa fresh atau segar serta bergairah bermain, bertanding lagi karena baru dan sudah menyelesaikan skripsi dan sidang dengan lulus memuaskan untuk mendapatkan gelar sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh.
Rezi mengaku hampir setahun ini fokus menggarap dan menulis karya ilmiah sebagai untuk menjadi sarjana. Cukup menyita energi dan pikirannya dalam menyiapkan skripsi yang mengangkat tentang pengaruh gelar terhadap perebutan kursi kekuasaan dengan studi kasus: Pemilihan Ketua Umum Percasi Aceh Periode 2021-2025.
Tentang Catur
“Skripsi yang saya ajukan, pada sidang yang digelar 13 Desember 2023, diterima dan lulus memuaskan. Yudisium 24 Desember 2023 dan Wisuda dilaksanakan Januari 2024,” katanya.

Disinggung mengapa skripsinya tentang dunia olahraga catur di Aceh, Ia menyebutkan, “karena pergaulan saya sehari-hari mayoritas dengan lingkungan catur. Jadi ketika ada permasalahan di catur apalagi berkaitan dengan politik, saya salah satu anak muda yang ingin menggali lebih dalam ada apa terkait hal tersebut”.
“Dan inilah dasar utama saya untuk meneliti pengaruh gelar catur terhadap perebutan kursi kekuasaan/meraih kepercayaan publik khusunya orang-orang catur. Skripsi saya ini lulus memuaskan,” ujarnya.
Harapannya, semoga olahraga yang ia cintai ini, sehat dalam proses pembinaan dan dewasa dalam hal berpikir, sebagaimana esensi daripada catur itu sendiri. “Jika Allah mengizinkan saya akan melanjutkan pendidikan ke arah yang lebih tinggi,” ujar Rezi menyebutkan tujuan dan cita-citanya setelah menyandang S1 nanti.
Rezi pun kini juga fokus dan bersiap mengikuti seleksi atlet PON Aceh yang akan digelar di Sekretariat Pengprov Percasi Aceh, Balee Al-Ihsan, Banda Aceh, 20 – 24 Desember 2023.
Ingin Jajal Atlet Pelatda
Targetnya ikut seleksi ingin menjajal kualitas atlet yang sudah dibina selama ini dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang dilaksanakan KONI Aceh sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.
“Tujuan saya bukan untuk jadi atlit PON tetapi ingin menghadang atlit Pelatda yang sudah terbentuk sebelumnya,” ujarnya. (Sdm).






