Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Dalam rangka memperingati International Day of Islamic Art, lima siswa MAN 1 Aceh Besar mengikuti Pameran Kolaborasi dan Bedah Karya yang diselenggarakan oleh Prodi Kriya Seni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 18 November 2025 di Kampus Utama ISBI Aceh yang dibuka secara resmi oleh Rektor ISBI Aceh Prof. Wildan. Pameran tersebut manmpilkan karya seniman Aceh, Mahasiswa dan 10 Sekolah/madrasah di Aceh Besar dan Banda Aceh.
Adapun siswa MAN 1 Aceh Besar yang menjadi peserta pameran yaitu Riskya Sirviana (XI-4), Mawar (XI-4), Yuzhaq Abyu (XI-5), Asrafil Aisy (XI-5), dan Devina Syifa Fadlissa (XI-5). Mereka tampil membanggakan dengan karya seni bertema kaligrafi bertuliskan Alhamdulillah pada latar senja yang hangat, menggambarkan rasa syukur dan kedamaian dalam nuansa spiritual Islam. Karya tersebut dipamerkan di hadapan pengunjung dan tamu undangan, setelah acara dibuka secara resmi oleh Rektor ISBI Aceh.
Kepala MAN 1 Aceh Besar, Arjuna, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan siswanya dalam ajang bergengsi ini. “Partisipasi siswa kita dalam pameran seni Islam internasional ini menunjukkan bahwa MAN 1 Aceh Besar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu berbicara dalam dunia seni. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sebagai guru pembimbing, Ansar Salihin, S.Sn., M.Sn., menilai bahwa karya siswa ini memiliki nilai estetik dan spiritual yang kuat. “Kaligrafi yang ditampilkan tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mencerminkan pemahaman siswa terhadap makna syukur dalam Islam. Nuansa warna senja yang dipadukan dengan teks ‘Alhamdulillah’ menunjukkan kedalaman rasa dan teknik artistik yang semakin berkembang,” jelasnya. Beliau juga berharap kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi para siswa untuk lebih serius menekuni dunia seni rupa.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Aceh Besar semakin dikenal sebagai madrasah yang aktif dalam pengembangan kreativitas dan seni Islami. Pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga wadah pembelajaran, pertukaran gagasan, dan peningkatan rasa percaya diri siswa dalam menghadirkan identitas seni Islam ke ranah publik. Kehadiran mereka di ISBI Aceh menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif yang berlandaskan nilai keagamaan dan estetika.(Herman/*)






