Gengsi King Sumatera, Laga Persiraja Kontra PSMS Dijaga Wasit Asing

PERSIRAJA VS PSMS - Pertandingan sengit pekan ke-16 Championship akan menyajikan duel antara Persiraja vs PSMS Medan, Minggu (18/1/2026) malam. Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul DUEL Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan Dipimpin Wasit Asing, Pembuktian King Sumatera,

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Laga sarat gengsi akan tersaji saat Persiraja Banda Aceh menjamu PSMS Medan pada pekan ke-16 Liga Championship, Minggu (18/1/2026) malam. Duel dua kekuatan Sumatera itu akan berlangsung di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, dengan kick off pukul 20.30 WIB.

Pertandingan Persiraja kontra PSMS selalu identik dengan tensi tinggi dan rivalitas kuat. Kedua tim kerap menyandang label “King Sumatera” karena konsistensi dan sejarah panjang mereka di sepak bola nasional. Tak heran, laga ini kembali menjadi ajang pembuktian siapa yang layak menyandang status penguasa sepak bola Sumatera.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyadari potensi panasnya pertandingan tersebut, baik di atas lapangan maupun di tribun penonton. Demi menjaga kualitas dan objektivitas pertandingan, PT LIB menunjuk wasit asing untuk memimpin laga ini. Keputusan tersebut terbilang tidak lazim, mengingat kompetisi kasta kedua jarang menggunakan jasa wasit asing pada musim ini.

Media Officer Persiraja, Ariful Usman, membenarkan penunjukan wasit asing tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil karena duel Persiraja melawan PSMS dikenal selalu berlangsung keras dan penuh tensi.
“Dalam match meeting disampaikan bahwa pertandingan akan dipimpin wasit asing, meski identitas dan asal negaranya belum diumumkan,” ujar Ariful.

Duel ini juga kerap disebut sebagai El Clasico Sumatera. Atmosfer persaingan sudah terasa sejak jauh hari sebelum pertandingan digelar, termasuk psywar antarpendukung. Pada pertemuan pertama di Stadion Utama Sumatera Utara, Persiraja mendapat tekanan besar dari suporter PSMS dan harus menelan kekalahan tipis 0-1.

Laga kandang kali ini menjadi momentum kebangkitan bagi Laskar Rencong Lantak Laju untuk membalas kekalahan sekaligus menunjukkan wajah baru tim. Persiraja kini tampil dengan komposisi berbeda, setelah hampir setengah skuad musim lalu berpisah dan digantikan pemain anyar.

Dua pemain asing Persiraja, Juan Mera dan Omid Popalzay, dipastikan turun bersama striker asal Britania Raya, Connor Flynn. Selain itu, kehadiran pemain-pemain baru seperti Asgal Habib, Faris Adit, Frank Sokoy, Yasvani, Jackson Tiwu, dan David Lally diharapkan mampu memberikan warna baru dalam permainan tim.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, menegaskan kesiapan timnya menghadapi PSMS Medan. Ia menyadari potensi tensi tinggi kembali terjadi, seperti pada pertemuan pertama.
Akhyar pun mengajak suporter Persiraja untuk memberikan dukungan penuh kepada Fitra Ridwan dan rekan-rekan demi menjaga marwah tim di kandang sendiri.

Dari sisi teknis, Akhyar mengaku telah mempelajari permainan PSMS, termasuk saat menghadapi Persikad Depok. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan strategi untuk mengeksploitasi kelemahan lawan sekaligus meredam keunggulan PSMS.

Persiraja juga mendapat keuntungan dengan absennya dua pemain asing PSMS, yakni Barata yang mengalami cedera dan penyerang andalan Cadenazzi yang harus absen akibat akumulasi kartu. Meski demikian, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengurangi tekad timnya untuk mencuri poin di Banda Aceh.

Ia mengakui Persiraja telah banyak melakukan perubahan skuad, namun PSMS tetap siap tampil habis-habisan demi meraih hasil maksimal.

Antusiasme publik terhadap laga ini sangat tinggi. Seluruh tiket yang dijual panitia pelaksana telah ludes terjual sejak 30 jam sebelum kick off. Dipastikan Stadion Haji Dimurthala akan dipenuhi penonton dan atmosfer pertandingan berlangsung meriah.

Bagi Persiraja, laga ini bukan sekadar pertarungan gengsi dan harga diri, tetapi juga krusial dalam menjaga peluang di jalur promosi. Sementara bagi PSMS Medan, kegagalan meraih poin berpotensi membuat posisi mereka kian terpuruk di klasemen.