Solidaritas MAN 3 Aceh Besar: Siswa Sisihkan Uang Jajan untuk Pesantren yang Terbakar

Kabarnanggroe.com, ACEH BESAR — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit asrama santriwati di Pesantren Ar-Rabwah pada Minggu (16/11), memicu aksi cepat tanggap dari sesama lembaga pendidikan di Aceh Besar. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Aceh Besar, bergerak langsung menjadi inisiator terdepan dalam aksi solidaritas kemanusiaan ini.

Hari ini, Senin (17/11)—tak sampai 24 jam setelah musibah—MAN 3 Aceh Besar resmi meluncurkan program Aksi Cepat Tanggap. Program ini berfokus pada penggalangan dana dan bantuan barang, ditargetkan untuk segera meringankan beban puluhan santriwati yang kehilangan tempat tinggal dan sarana belajar.

Kepala MAN 3 Aceh Besar, Ismail, S.Pd.I., M.Ag, menegaskan bahwa tragedi ini adalah ujian sekaligus panggilan kemanusiaan bagi komunitas pendidikan Islam.
“Kami merasa terpanggil. Ini bukan hanya soal kehilangan fisik, tetapi juga bagaimana anak-anak kita dapat segera melanjutkan belajar dengan fasilitas yang layak,” ujar Ismail, dalam keterangan resminya.

Dalam gerak cepat tersebut, MAN 3 Aceh Besar membentuk tim relawan gabungan dari unsur Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan guru. Tim relawan segera menggalang donasi dari seluruh keluarga besar MAN 3 Aceh Besar.
“Ini adalah bentuk empati. Kami secara khusus meminta siswa-siswi kami untuk menyisihkan uang jajan mereka. Sedikit dari kita, berarti besar bagi mereka,” kata Ismail. Ia berharap, langkah ini sekaligus menjadi pelajaran karakter penting bagi anak didiknya tentang kepedulian sosial.

Aksi penggalangan dana dan barang ini direncanakan terus bergulir hingga kondisi santriwati korban kebakaran dianggap pulih dan sarana prasarana belajar mereka kembali memadai. Bantuan yang terkumpul akan diserahkan langsung oleh perwakilan siswa dan guru MAN 3 Aceh Besar kepada pihak Pesantren Ar-Rabwah.(Herman/Is)