Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi menutup rangkaian Peukan QRIS Ramadhan 2026 yang berlangsung di lantai 3 Gedung Pasar Atjeh Baru, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 20 Februari hingga 15 Maret 2026 tersebut menjadi salah satu agenda meramaikan ekonomi Ramadhan di kawasan Pasar Atjeh sekaligus mendorong digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS.
Dalam rangkaian acara penutupan, Illiza turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar selama Peukan QRIS Ramadhan serta melakukan pengundian kupon berhadiah bagi para pengunjung yang telah bertransaksi menggunakan QRIS selama kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat, pedagang, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, selama hampir satu bulan kegiatan ini berlangsung dengan sangat meriah. Kita melihat bagaimana Pasar Atjeh kembali hidup, ramai oleh masyarakat yang berbelanja sekaligus menikmati suasana Ramadhan,” ujarnya.

Menurutnya, Peukan QRIS Ramadhan tidak hanya menjadi ajang kegiatan ekonomi dan hiburan selama bulan suci, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di Banda Aceh, khususnya di sektor UMKM dan pasar tradisional.
“Kita berharap kebiasaan bertransaksi secara digital ini dapat terus berkembang di Banda Aceh sehingga memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh Agus Chusaini, Funding and Transaction Relationship Manager Bank Syariah Indonesia Cut Saumi, para asisten di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh Bukhari Sufi, Kepala UPTD Pasar Mairizal, pengelola Pasar Aceh Dedi, serta para pedagang yang meramaikan kegiatan tersebut.
Menutup sambutannya, Illiza berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya menghidupkan pusat perdagangan kota sekaligus mendukung perkembangan UMKM di Banda Aceh.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita hadirkan setiap Ramadhan agar Pasar Atjeh semakin ramai, ekonomi masyarakat terus bergerak, dan Banda Aceh semakin maju,” pungkasnya.(Tamam)






