Warisan Tradisi Meugang Terus Dijaga, PWI Bagikan Daging Sapi Sambut Ramadan

Ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin menyerahkan daging meugang, Selasa (17/2/2026). FOTO/ ABDUL HADI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Tradisi Mak Meugang di Aceh tidak dapat dipisahkan dari sajian daging sapi atau kerbau yang menjadi hidangan wajib di rumah masyarakat setiap menjelang hari-hari besar keagamaan di provinsi tersebut.

Tradisi Meugang telah berlangsung sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan terus dilestarikan hingga kini oleh seluruh lapisan masyarakat, baik kalangan kurang mampu maupun berkecukupan. Tradisi ini juga dirayakan di berbagai instansi pemerintah, swasta, hingga organisasi kemasyarakatan di Aceh.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang merupakan tradisi yang sangat penting dan dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni menjelang masuknya bulan suci Ramadan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta menjelang Hari Raya Idul Adha.

Semangat pelestarian tradisi tersebut juga dilakukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Aceh yang menyembelih tiga ekor sapi untuk dibagikan kepada sekitar 200 wartawan sebagai daging Meugang.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada saat menyerahkan daging meugang pada Selasa,17 Februari 2026, mengatakan bahwa Meugang merupakan tradisi yang wajib dilaksanakan oleh organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya, tradisi ini adalah warisan leluhur yang menjadi momen sakral bagi setiap kepala keluarga untuk membawa pulang daging dan menikmatinya bersama keluarga, kelompok, maupun komunitas.

Dalam rangka Meugang menyambut Ramadan 1447 Hijriah, penyembelihan tiga ekor sapi tersebut merupakan bantuan dari Bank Aceh, Bank Syariah Indonesia, serta dukungan dari anggota DPR RI Nasir Jamil.

Kegiatan berlangsung di wilayah Aceh Besar dan menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.(Hadi)