Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sejumlah pedagang daging di kawasan pinggir jalan Simpang Keutapang Dua, Gampong Lam Ara, Kota Banda Aceh, mengeluhkan kebijakan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh menjelang meugang. Mereka menilai harga daging yang dijual dalam pasar murah terlalu rendah sehingga berdampak pada penurunan penjualan pedagang kecil.
Para pedagang di lokasi tersebut saat ini menjual daging sapi dengan harga Rp170 ribu per kilogram. Sementara itu, pada kegiatan pasar murah, pemerintah menjual daging dengan harga Rp140 ribu per kilogram..
Iskandar (43) salah seorang pedagang daging, mengatakan harga jual yang mereka tetapkan sudah menyesuaikan dengan tingginya harga sapi di tingkat pemasok. Menurutnya, kondisi ini membuat pedagang tidak mungkin menjual daging dengan harga lebih rendah.

“Kami pedagang daging di sini merasa dirugikan jika harus menjual dengan harga murah. Harga daging mahal karena harga sapi juga mahal saat ini,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, melonjaknya harga sapi dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan sapi lokal, terutama menjelang meugang dan bulan Ramadan, di mana permintaan masyarakat meningkat signifikan. Keterbatasan suplai tersebut berdampak langsung pada harga beli pedagang di tingkat pemotongan.
Selain itu, pedagang juga harus menanggung berbagai biaya operasional seperti transportasi, sewa lapak, hingga biaya pemotongan. Jika harga jual ditekan terlalu rendah, keuntungan menjadi sangat tipis bahkan berpotensi merugi.
“Kami berharap kepada pemerintah agar dalam menggelar pasar daging murah untuk meugang bisa mempertimbangkan harga yang wajar. Jangan sampai niat membantu masyarakat justru mematikan usaha pedagang kecil yang juga mencari rezeki,” tambah Iskandar.
Para pedagang mengaku tidak menolak program pasar murah, namun berharap ada koordinasi dan kebijakan yang lebih seimbang agar stabilitas harga tetap terjaga tanpa merugikan pelaku usaha kecil.
Walaupuan kondisi sedang hujan, aktivitas jual beli daging di kawasan Simpang Keutapang Dua terpantau tetap ramai, meski sebagian pembeli mengaku membandingkan harga dengan pasar murah yang digelar pemerintah.(Zal)






