Daerah  

DSI Targetkan Kafilah MTQ Banda Aceh Raih Hasil Terbaik

* MTQ ke-36 Aceh di Simeulue

Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, SE, MSi, didampingi Kadis Syariat Islam dan Kabid Dakwah DSI Banda Aceh, meninjau persiapan kafilah MTQ Banda Aceh di Kantor DSI Banda Aceh, Sabtu (16/9/2023). FOTO/ DOK DSI BANDA ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai persiapan dan matangkan qari serta qariah dengan menargetkan prestasi lebih baik pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-36 yang akan digelar di Kabupaten Simeulue pada bulan November mendatang.

Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin SE MSi, mengatakan, melihat persiapan yang dilaksanakan, dirinya optimis, kafilah Banda Aceh akan mendulang prestasi lebih baik di MTQ ke 36 di Simeulue mendatang.

“Tadi kita sudah sempat melihat langsung berbagai persiapan yang dilakukan oleh DSI untuk kafilah MTQ, semuanya memiliki harapan untuk menang, jadi insya Allah dengan persiapan ini, kafilah Banda Aceh akan mampu mengukir prestasi, insya Allah,” kata Amiruddin, saat meninjau persiapan kafilah MTQ di Kantor DSI, Sabtu (16/9/2023).

Amiruddin juga meminta, kepada seluruh jajaran DSI dan pelatih untuk terus menggembleng para peserta MTQ untuk menjadi lebih baik lagi, menurutnya, kerja keras dibarengi usaha dan doa akan menghasilkan hasil yang maksimal.

“Mudah-mudahan nanti hasilnya juga bagus, saat ini para kafilah telah menjalani Training Center (TC) sejak beberapa bulan yang lalu, dari laporan pelatih setiap cabang juga peserta yang akan ikut ke Simeulue nanti memiliki progress yang baik, mudah-mudahan terus berkembang dan dapat meraih juara,” pinta Amiruddin.

Senada dengan Pj Wali Kota, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Tgk Ridwan, S.Ag, M.Pd mengatakan, pihaknya telah melakukan banyak evaluasi untuk memperbaiki kekurangan pada gelaran MTQ di Bener Meriah yang lalu.

“Sejauh ini kita telah mempersiapkan qari dan qariah dengan baik, kita sudah melakukan seleksi, dan melakukan pemusatan latihan atau TC sebagai persiapan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Syariat Islam juga melakukan berbagai terobosan untuk mempersiapkan qari dan qariah menghadapi MTQ ke 36 di Simeulue mendatang dengan melakukan pendampingan khusus bagi kafilah.
“Kita memberikan pendampingan khusus bagi kafilah dimana satu pelatih cabang bagi satu orang qari atau qariah,” ujarnya.

Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh mengatakan, Kafilah Kota Banda Aceh mengikuti semua cabang yang akan dilombakan pada MTQ XXXVI mendatang.

“Ada sembilan cabang yang diperlombakan dalam MTQ nanti, untuk Banda Aceh sendiri rencananya akan mengikuti seluruh cabang, hanya Tilawah Tunet (Tuna netra) perempuan yang tidak ada pesertanya,” ungkapnya.

Jumlah kafilah Banda Aceh seluruhnya mencapai 100 orang termasuk pelatih dan official, sedang peserta untuk semua cabang perlombaan jumlahnya 55 orang peserta.

“Kita akan berangkatkan 100 orang, termasuk dengan pelatih dan official, karena setiap peserta akan didampingi langsung oleh pelatih dan official saat bertanding, insya Allah sampai hari ini, semuanya sudah melakukan persiapan,” katanya.

Menurut Ridwan, persiapan kafilah akan terus dilaksanakan hingga 10 hari menjelang pemberangkatan peserta ke Simeulue, untuk saat ini peserta telah menjalani 24 kali tatap muka untuk TC.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Tgk Ridwan, S.Ag, M.Pd

“Jadi, ini peserta kita berikan latihan berjalan yang disebut dengan latihan khusus, dimana mereka kita berikan peningkatan spesialisasinya dengan didampingi pelatih yang ahli dan professional dibidangnya masing-masing, mudah-mudahan dengan banyaknya latihan kafilah Banda Aceh juga dapat berbicara banyak di ajang MTQ ke 36 nanti,” harap Ridwan.

Selanjutnya, Ridwan mengharapkan dukungan semua pihak untuk kesuksesan kafilah MTQ Banda Aceh yang akan berlomba di Simeulue pada November mendatang.

“Tentu harapan kami doa dan dukungan semua warga dan stakeholder yang ada di Banda Aceh. Pak Pj sendiri sudah sangat mendukung kesuksesan kafilah MTQ Banda Aceh dan mudah-mudahan berhasil,” tuturnya.

Ia juga berharap kepada seluruh kafilah MTQ Kota Banda Aceh untuk berusaha semaksimal mungkin untuk merebut gelar juara umum, menurutnya Pemerintah Kota Banda Aceh telah memberikan dukungan sepenuhnya kepada kafilah MTQ.

“Berusaha lah semaksimal mungkin untuk menjadi juara, meskipun juara bukanlah tujuan utama, tujuan utama adalah menyiarkan agama Allah. MTQ salah satu sarana menjaga kemurnian Al-Qur’an melalui tradisi lisan para pembaca, sehingga Al-Qur’an tetap terjaga eksistensi dan kemurniannya dari satu generasi ke generasi yang lain,” harapnya.

Tgk Ridwan menambahkan, meskipun demikian ia meminta agar kafilah MTQ Banda Aceh tetap memberikan kemampuan terbaiknya dan mampu bersaing dengan kafilah Kabupaten/Kota lainnya. Menurut Ridwan, Kafilah Aceh Besar masih menjadi unggulan, namun Kota Banda Aceh juga akan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Memang Aceh Besar masih menjadi kafilah unggulan, tapi saya optimis kafilah Banda Aceh mampu bersaing dengan Aceh Besar,” pungkasnya. (**)