Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu-eng Aceh Besar, Tgk H Masrul Aidi Lc MA kembali mengajak generasi muda mudi untuk memahami dan mempelajari tata cara serta sikap antara hak dan kewajiban suami istri membangun dan membina sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah mawadah serta warahmah sesuai dengan ketentuan hukum Islam.
Hal tersebut disampaikan Tgk Masrul Aidi dalam Halaqah dan pengajian rutin yang dilaksanakan pengurus TP-PKK Kabupaten Aceh Besar, di Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Selasa (15/08/2023) siang.
Dalam pengajian rutin setiap Selasa siang yang telah memasuki pertemuan ke-21 tersebut, Masrul Aidi mengulas tentang Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Membina Rumah Tangga yang Sakinah Pengajian yang selalu ramai dihadiri oleh ibu-ibu PKK, ASN, dan pegawai kontrak diseluruh jajaran Kabupaten Aceh Besar, termasuk ASN perwakilan dari tiap-tiap kecamatan bahkan juga ikut ambil bagian. Kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk membangun sifat dan karakter serta watak generasi muda kedepan agar segala tingkah laku dan etika dapat diselaraskan sesuai dengan cara cara yang islami.
Lebih lanjut Masrul Aidi menjelaskan agar lebih selektif dan berhati hati dalam mencari jodoh, ia menganjurkan agar mencari sosok yang gemar ibadah, berakhlak mulia, dan setiap waktu terhindar dari perilaku maksiat.
Dalam Islam kehadiran calon suami atau istri yang gemar ibadah maupun berakhlak mulia sangat penting. Melalui dua bekal inilah, kehidupan berumah tangga akan dibina hingga melahirkan anak-anak yang shalih serta shalihah.
“Bila orangtua didatangi calon menantu dengan memenuhi dua kriteria ini, saya sarankan agar mereka segera menikahkan anak-anaknya,” ungkapnya.

Namun, jelas Masrul Aidi, saat kini ada kecenderungan bagi kebanyakan orangtua sangat memilih-milih calon menantu. Bisa jadi, mereka lebih mengutamakan calon yang banyak uang dan harta, namun tak gemar ibadah. Oleh sebab itu, diharapkan orangtua muslim untuk memilih menantu yang ideal sesuai dengan tuntunan agama Islam.
“Soal rezeki, jangan khawatir, sebab bila kita mau berusaha, insya Allah akan ada saja terbuka jalan menuju rezeki yang halal dan baik,” ucapnya.
Ia juga mengajak orangtua muslim untuk senantiasa mendidik putra-putri mereka dengan nilai-nilai islami, kasih sayang, sifat sosial, dan suka membantu sesama. Contohnya, saat memberi uang jajan untuk bekal di sekolah, ajarkan kepada si anak supaya menyisihkan bantuan bila ada teman mereka yang tergolong miskin atau tak memiliki uang jajan.
“Ini merupakan pelajaran yang sangat bagus untuk melatih nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama,” jelas ustadz Masrul Aidi.
Keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan rahmah merupakan dambaan setiap umat Islam. Oleh sebab itu, ia berulangkali menekankan tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai kebaikan dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Sangat disayangkan bila masih ada di antara umat Islam yang malas beribadah dan tak mendidik anak-anak mereka dalam nuansa keislaman.
“Mari kita selalu berupaya menciptakan keluarga yang sakinah dan penuh dengan amal-amal kebaikan,” pungkasnya. (Mursal)






