Kabarnananggroe.com, Kota Jantho – Program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah SMP Negeri 1 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, program tersebut berjalan dengan baik.
Kepala SMP Negeri 1 Darul Imarah, Affilinda, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini telah sesuai dengan arahan pemerintah daerah. “Langkah-langkah yang diarahkan Bupati sudah sesuai, karena yang mengajar merupakan ustadz dan ustadzah yang berpotensi dari lulusan pesantren di Aceh Besar. Kami terus mendukung program ini dan berharap dapat terus berjalan ke depannya,” ujar Affilinda, kepada media ini, Rabu (15/04/2026).
Sementara Tgk Junaidi selaku guru pengajar menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, program Beut Kitab Bak Sikula mengajarkan materi dasar fardhu ain serta kitab-kitab dasar ilmu agama Islam, seperti fiqih, tauhid, dan tasawuf atau akhlak.
Ia menambahkan, materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.
“Kitab yang diajarkan mudah dipahami oleh siswa, karena disampaikan secara bertahap dengan metode yang menyesuaikan kemampuan mereka, sehingga siswa lebih cepat memahami isi pelajaran dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. “Harapan kami, program Beut Kitab Bak Sikula ini dapat terus berjalan ke depannya, karena ini merupakan ilmu dasar agama yang sangat penting sekaligus menjadi fondasi dalam memperbaiki akhlak dan perilaku siswa,” tambahnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari para siswa. Leni Zakiah, siswi kelas delapam, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut dalam memperdalam pemahaman agama di sekolah. “Alhamdulillah, dengan adanya program Beut Kitab bak sikula, kami siswa-siswi sangat bangga. Program ini sangat penting karena membuat kami lebih leluasa memahami ilmu agama seperti fiqih, tauhid dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Leni, program ini menjadi solusi bagi siswa yang tidak sempat mengikuti pengajian di luar sekolah. “Dengan adanya Beut kitab bak sikula, kami bisa lebih dalam mendalami ilmu keagamaan. Walaupun kadang tidak pergi mengaji malam, kami sudah belajar kitab di sekolah,” pungkasnya.(Zal)
