Samuel Dari Seulimeum untuk Indonesia Menanti Kesempatan ke Piala Dunia di Turki

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Dari lapangan pembinaan di Aceh Besar, Tifatul Ulfi alias Samuel kini berpeluang melangkah ke panggung dunia. Bek kiri asal Desa Seuneubok, Kecamatan Seulimeum itu, mendapat panggilan dalam proses pembentukan Tim Nasional  Sepak Bola Mini Indonesia untuk menghadapi IMF Minifootball World Cup 2026 di Turki.

Kesempatan tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan karier Samuel. Namun, di balik peluang besar tersebut persoalan pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.

Berdasarkan Surat Pengurus Pusat Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Nomor 18.13/TAU/KSMI/X/2026 tentang Pemberitahuan Pembentukan Tim Nasional menyebutkan bahwa pengurus provinsi diminta merekomendasikan pemain terbaik dari daerah masing-masing.

Dalam surat itu, tercantum ketentuan biaya sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35,7 juta per pemain yang direkomendasikan. Biaya tersebut dibebankan kepada pengurus provinsi untuk mendukung keikutsertaan dalam kejuaraan dunia.

Artinya, peluang Samuel tidak hanya ditentukan kemampuan bermain, tetapi juga pemenuhan persyaratan administrasi dan pembiayaan. Dengan jadwal yang semakin dekat, kesiapan pengurus menjadi bagian penting untuk memastikan kesempatan tersebut dapat berlanjut.

Bagi Samuel, panggilan tersebut membuka peluang untuk membawa nama Aceh Besar ke panggung internasional. Perjalanan panjang dari pembinaan usia dini hingga kompetisi nasional telah menjadi bekal, tetapi kepastian menuju Turki masih menunggu hasil seleksi dan penyelesaian persyaratan.

Kini, harapan Samuel bertumpu pada kesempatan yang terbuka dan dukungan yang dibutuhkan agar langkah dari Seuneubok menuju panggung dunia benar-benar terwujud.

Samuel bukan pemain yang datang tanpa pengalaman. Ia memulai perjalanan  sepak bolanya bersama SSB Indrapuri pada 2013–2016, kemudian melanjutkan pembinaan di Talenta Football Academy pada 2017–2021.

Kariernya berkembang melalui berbagai kompetisi. Ia memperkuat Pra-PORA Aceh Besar dan PSAA Abulyatama pada 2021, tampil bersama kontingen Aceh Besar pada PORA XIV di Pidie pada 2022, serta membela PSAB Aceh Besar dalam Liga 3 Regional Aceh 2023 dan Liga 3 Nasional 2024.

Pada 2024, Samuel juga menjadi bagian dari Tim PON Aceh yang meraih medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut. Pengalamannya berlanjut bersama Persikab Kabupaten Bandung pada Liga 3 Nusantara musim 2024/2025 sebelum kembali memperkuat PSAB Aceh Besar pada Liga 4 Regional Aceh musim 2025/2026.

Prestasi Samuel telah terlihat sejak usia muda. Ia meraih juara pertama Aqua Danone Nations Cup tingkat Aceh Besar pada 2014 dan turut mengantarkan PSAB menjadi runner-up Liga 3 Regional Aceh pada 2023.

*Tiga Kali Juara Bersama USK

Pengalaman Samuel di  sepak bola mini menjadi modal penting dalam membuka peluang menuju tim nasional. Bersama Universitas Syiah Kuala (USK), ia mengikuti *IMT-GT Varsity Carnival* pada 2023, 2025, dan 2026.

Dalam tiga keikutsertaan tersebut, tim USK berhasil meraih juara pertama. Prestasi itu dicapai di Aceh pada 2023, Songkhla, Thailand, pada 2025, serta Padang, Indonesia, pada 2026.

Selain berkompetisi, Samuel juga menempuh pendidikan S-1 Ilmu Hukum di USK sejak 2021. Ia menjalani pendidikan tinggi sambil terus mengembangkan karier di lapangan.

Kini, pengalaman di kompetisi regional, nasional, PON, dan turnamen sepak bola mini menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya dalam proses pembentukan tim nasional.(Wahyu)

Exit mobile version