Daerah  

Bupati Syakir Yakin Angka Stunting di Agara Bisa Turun Sampai Titik Terendah

Pj Bupati Aceh Tenggara, Drs Syakir MSi saat saat melakukan kunjungan kerja ke dua kute yakni, Penyeberangan Cingkam dan Kute Simpur jaya kecamatan Ketambe, Senin (9/10/2023). FOTO/ DISKOMINFO AGARA

Kabarnanggroe.com, Kutacane – Pj Bupati Aceh Tenggara, Drs Syakir MSi meyakini stunting dapat turun secara signifikan tahun ini di Bumi Sepakat Segenep, dengan catatan harus ada peran aktif dan kerjasama seluruh
Penegasan tersebut disampaikan Pj Bupati Agara, saat melakukam kunjungan kerja ke dua kute yakni, Penyeberangan Cingkam dan Kute Simpur jaya kecamatan Ketambe, bersama beberapa Kepala Dinas, Badan dan Kantor, Senin (9/10/2023).

Kecamatan Ketambe merupakan kute dengan jumlah angka stunting tertinggi di bumi Sepakat Segenep, karena itu sebagai tindak lanjut sesuai arahan Pj Gubernur Aceh dan Ibu Pj ketua TP PKK Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu, Pj Bupati turun ke dua dari 10 desa yang tertinggi angka Stunting di Kabupaten dan Kota masing-masing.

Pj Bupati Drs.Syakir.M.Si, foto bersama Balita dan Kepala OPD terkait saat melakukan kunker ke kute di kecamatan Ketambe, yang angka Stuntingnya terbilang tinggi, Senin (9/10).

Program atau kegiatan ini, kata Pj Bupati Syakir, dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Tenggara secara bertahap dan pada akhirhya menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dibuktikan juga dengan turunnya jumlah balita stunting di dua desa di Kecamatan Ketambe.

Desa Penyeberangan Cingkam yang semula terdapat 21 balita stunting, kini turun menjadi 14 balita stunting. Sedangkan kute Simpur Jaya yang semula terdapat 22 balita stunting, kini turun menjadi 18 balita stunting. Namun demikian, Kita tentu tidak boleh berpuas diri, karena masih dibutuhkan berbagai inovasi dalam menurunkan jumlah balita stunting di Aceh Tenggara.

Penurunan jumlah Prevalensi Stunting khususnya di dua kute tersebut berhasil kita capai bersama melalui langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan seperti, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pabrikan (biskuit), Pemberian susu serta Vitamin maupun pemberian telor ayam dari OPD yang menjadi bapak asuh Pelawat.

Syakir meyakini jika upaya penurunan prevalensi stunting terus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinamabungan, dengan bertahap maka, Lokus stunting di Aceh Tenggara dapat terus diturunkan, bahkan sampai menjadi tidak lagi ada lokus stunting. Kerjasama seluruh pihak, baik jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara maupun setiap lapisan masyarakat, menjadi faktor utama kesuksesan dalam menurunkan jumlah balita stunting, ” ujar Syakir.

Syakir mengingatkan, agar para Kepala OPD agar terus menjalankan aksi Pejabat Lawan dan Atasi Stunting (Pelawat), ke lokus kute stunting dan tetap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder serta tetap mengoptimalkan program/kegiatan konvergensi penanganan stunting, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Dikbud, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Camat, Pengulu Kute, Kader Posyandu, Puskesmas dan bidan desa.

Turut hadir pada kunker Pj Bupati Syakir kedua kute di kecamatan Ketambe tersebut, Plt Sekda, Yusrizal, Plt. Kadis Kesehatan, Jamanudin, Kadis PPKB, Budi Afrizal, Kadis Dikbud Julkifli, Kadis Perikanan Firman Desky, Kepala BKPSDM Masudin, Kadis Sosial Bahagiawati, Kadis Kominfo, Zul Fahmy, Plh. Ka. Bappeda Syarifudin dan beberapa kepala OPD lainnya.(Ilyas/*)