181 Pecatur Bertarung di Turnamen Kajari Aceh Selatan Cup VII

Bupati Aceh Selatan, H Mirwan MS (kanan) menjalankan langkah pertama pertandingan eksibisi dengan Kajari Aceh Selatan R. Indra Senjaya, SH., MH, usai membuka turnamen catur Kajari Aceh Cup VII di Rumah Agam, Tapaktuan, Jumat (14/11/2025). Foto : Sudirman Mansyur.

Kabarnanggroe.com, Tapaktuan – Dibuka secara resmi Bupati Aceh Selatan H. Mirwan, MS, sebanyak 133 pecatur senior kategori umum dan 49 pecatur kategori pelajar SLTA – SLTP bertarung pada Turnamen Catur berlebel Kajari Cup VII yang digelar Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, di Rumah Agam, Tapaktuan Jum’at (14/11/2025).

Para pecatur kategori umum sebagian besar para pecatur tangguh dari kabupaten/kota di Aceh, termasuk pecatur bergelar FIDE Master (FM) yang l antusis bertarung sengit.

Turnamen yang akan berlangsung 14 hingga 16 November 2025, mempertandingkan catur cepat 45 menit kategori umum 9 babak dan pelajar 7 babak sistim Swiss. Menyediakan hadiah total Rp 31,2 juta

Pembukaan berlangsung semarak yang dihadiri ratusan pecatur dan masyarakat yang memadati Gedung Rumah Agam, turut dihadiri Kajari Aceh Selatan beserta jajaran, unsur Forkopimda, Pengcab Percasi.

Bupati Aceh Selatan mengapresiasi Kejaksaan Negeri Aceh Selatan yang konsisten menyelenggarakan turnamen ini hingga tahun ke tujuh.

Mirwan, mengatakan, kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga media mempererat silaturahmi dan mencetak atlet-atlet berprestasi.

Katanya, turnamen catur Kajari Cup VII ini menjadi bagian penting dalam membina generasi muda serta melahirkan pecatur handal dari Aceh Selatan.

“Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan positif seperti ini dan berharap ajang ini terus digelar setiap tahun,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Negeri Aceh Selatan yang secara konsisten dan berkesinambungan menyelenggarakan turnamen catur bergengsi ini.

Sebutnya, ini bukti nyata kepedulian kejaksaan terhadap pengembangan bakat dan peningkatan kualitas olahraga di daerah kita.

Katanya, ​catur adalah olahraga yang unik, karena bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi menuntut kecerdasan, ketenangan, fokus, kedisiplinan, serta kemampuan merencanakan strategi jangka panjang.

​Kecuali itu, sebutnya, turnamen catur ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah investasi strategis dalam pembangunan karakter masyarakat Aceh selatan agar menjadi pribadi yang cerdas, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi.

Komitmen

​Sementara itu, Kajari Aceh Selatan R. Indra Senjaya, SH., MH, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya catur, yang dikenal sebagai olahraga yang mengasah kecerdasan, strategi, dan kedisiplinan.

“Kami ingin memberi ruang bagi pecatur Aceh Selatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami juga berharap turnamen ini dapat menjadi ajang seleksi bagi atlet yang akan mewakili daerah pada event-event lebih besar,” kata Kajari.

Sebutnya, catur merupakan salah satu olahraga yang istimewa. Melalui permainan catur, kita dilatih untuk berpikir, mengendalikan diri, dan mengambil keputusan dengan tepat.

“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan pertandingan catur se-Aceh ini di Kabupaten Aceh Selatan. Seperti kita ketahui bersama, Aceh Selatan memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari gunung hingga laut yang mempesona. Namun sayangnya, keindahan ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Sebutnya, melalui penyelenggaraan pertandingan catur ini, diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Aceh Selatan serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana di masa mendatang, sehingga Aceh Selatan dapat semakin maju,” katanya. (Sdm).