Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh meluncurkan program pembuatan sumur biopori sebagai bagian dari upaya mengatasi banjir genangan di kawasan permukiman. Program ini dilaksanakan oleh Bidang Desa, Lingkungan Hidup, Pemberdayaan Masyarakat Rentan, dan Disabilitas DPD PKS Kota Banda Aceh, di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Efisiensi Genangan Permukiman (EGP) yang bertujuan meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi genangan, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan berkelanjutan.
Ketua Panitia EGP, Rizki Adha Rossa mengatakan bahwa pihaknya memilih salah satu rumah warga di Gampong Neusu Aceh sebagai pilot project peluncuran program EGP untuk mengatasi persoalan banjir genangan yang sering terjadi di permukiman warga. Untuk tahap awal sebanyak enam (6) lubang biopori dibuat dengan kedalaman 60-100 cm dan diameter 10-20 cm.
“Program biopori ini adalah langkah nyata PKS Banda Aceh dalam menjawab persoalan banjir genangan yang sering terjadi di kawasan permukiman. Kami berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam menjaga lingkungan dengan cara sederhana namun berdampak besar,” ujar Rossa, sapaan akrab Rizki Adha Rossa.
Ketua Bidang Desa, Lingkungan Hidup, Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Disabilitas DPD PKS Kota Banda Aceh, Devi Yunita mengungkapkan pihaknya menginisiasi program EGP melalui pembuatan Biopori sebagai bentuk kepedulian PKS terhadap kondisi perumahan warga yang tergenang air. Program pembuatan biopori nantinya akan dilakukan secara berkala di gampong-gampong lainnya, apalagi sumur resapan ini mudah dibuat dengan biaya yang murah dan terjangkau.
Menurut Devi Yunita, pembuatan resapan biopori dapat meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukiman, menyuburkan tanah dengan sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang, serta menambah cadangan air tanah dan mendukung konservasi lingkungan.
“Biopori bukan hanya solusi teknis, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya program EGP, kami ingin masyarakat merasa memiliki dan berperan langsung dalam menjaga lingkungan. Seperti kata pepatah, ‘sekecil apapun kontribusi, akan berarti besar bagi bumi kita’,” ungkap Devi Yunita yang juga Sekretaris Komisi I DPRK Banda Aceh.
Sementara Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh, Farid Nyak Umar dalam sambutannya saat meluncurkan program menegaskan komitmen PKS terhadap isu lingkungan dan kawasan permukiman.
“PKS Banda Aceh berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Pembuatan biopori ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mengurangi risiko banjir genangan, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan di tingkat lokal,” ujar Farid.
Farid menyebutkan, berdasarkan data BNPB bahwa Banda Aceh termasuk kawasan yang rawan banjir genangan. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kondisi ketinggian Banda Aceh yang rendah, topografi yang datar, curah hujan yang tinggi serta sistem jaringan drainase di beberapa wilayah yang belum berfungsi secara maksimal.
“Sebagian besar wilayah kota memiliki kontur tanah yang relatif datar, membuat aliran air lambat dan sering terjebak di permukiman warga. Apalagi jika jaringan drainase tidak berfungsi secara maksimal dan diserta intensitas curah hujan yang cukup tinggi, hujan beberapa jam saja sudah terjadi genangan air,” ujar Farid.
Kondisi ini tambah Farid, menyebabkan terjadinya genangan permukiman yang menganggu aktifitas warga, sehingga dapat menimbulkan resiko kesehatan akibat lingkungan lembab dan munculnya penyakit berbasis air.
“Mudah-mudahan inovasi sederhana melalui pembuatan biopori ini dapat menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap genangan air yang ada di kawasan permukiman. Kami ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang lebih ramah lingkungan dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” pungkas Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh tersebut.
Salah seorang warga Gampong Neusu Aceh, Ibu Syafiah Munthe, menyampaikan antusiasmenya terhadap program biopori yang diluncurkan PKS Banda Aceh.
“Saya sangat bersemangat dengan adanya program ini. Solusi yang sederhana seperti biopori ternyata bisa membawa dua manfaat sekaligus: mencegah genangan air di sekitar rumah dan menghasilkan pupuk kompos dari sampah organik. Ini benar-benar membantu kami sebagai warga untuk menjaga lingkungan dengan cara yang mudah dan murah,” ujar Syafiah Munthe.
Program Efisiensi Genangan Permukiman (EGP) diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi banjir genangan secara mandiri dan berkelanjutan. PKS Banda Aceh menegaskan bahwa kolaborasi antara partai politik, tokoh masyarakat, dan warga adalah kunci keberhasilan menjaga lingkungan hidup.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPD PKS Kota Banda Aceh, Iwan Sulaiman MS, tokoh masyarakat Baiturrahman, Zulfikar Abdullah dan masyarakat Gampong Neusu Aceh yang antusias mengikuti kegiatan dan praktik langsung pembuatan biopori.(Mar)






