Berkiprah Empat Dekade, Gubernur Aceh Apresiasi RMRB

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) yang telah berkiprah sejak 1980-an. Lebih empat dekade organisasi ini melewati berbagai fase perjalanan Aceh, termasuk konflik politik, tsunami, hingga perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Dr. Husnan, ST, MP menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis Gubernur Aceh pada acara Pelantikan Pengurus RMRB Aceh Periode 2026–2027 sekaligus Milad RMRB ke-42 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu malam (12/9/2026).

Gubernur mengakui, banyak kader telah tumbuh melalui RMRB, belajar berdakwah, berorganisasi, melayani jamaah, dan kemudian mengabdi di tengah masyarakat. “Inilah warisan yang harus kita jaga, sekaligus kita kembangkan,” harapnya.

Menurut Gubernur, Masjid Raya Baiturrahman di samping sebagai rumah ibadah, juga merupakan simbol sejarah, identitas, perjuangan, serta peradaban Aceh. Karena itu, RMRB memiliki posisi strategis sebagai wadah regenerasi yang menghidupkan nilai-nilai itu di kalangan generasi muda.

“Masjid jangan hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan karakter, ilmu, kreativitas, serta kepemimpinan generasi muda,” ungkapnya.

Dia berharap, RMRB hendaknya menjadi contoh bahwa pemuda yang dekat dengan masjid bukan berarti tertinggal zaman. Justru pemuda dan remaja masjid menjadi generasi yang menguasai teknologi, berpikir maju, dan memiliki wawasan global, namun tetap kokoh iman, akhlak dan hati dirinya.

Gubernur meminta pemuda dan remaja menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi. “Ciptakan konten yang kreatif dan positif. Jadikan RMRB bukan hanya sebagai konsumen informasi, tetapi sebagai produsen informasi yang mencerahkan,” ujarnya.

Gubernur Muzakir Manaf menitip pesan supaya RMRB menjadi wadah lahirnya ulama, intelektual, profesional, pengusaha, dan pemimpin masa depan Aceh.

“Rawatlah warisan lebih dari empat dekade ini, untuk terus berinovasi menghadapi masa depan yang penuh tantangan sekaligus penuh optimisme,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, Aprilizar, SE, MM melantik pengurus RMRB Periode 2026–2027, menyampaikan arahan, dan bimbingan kepada kepengurusan baru agar mampu melaksanakan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Momentum ini menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru RMRB untuk melanjutkan berbagai program dan pengabdian kepada masjid, masyarakat, dan generasi muda,” ungkapnya.

Kepala Humas Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Dr. H. Said Mulyadi, SE, MSi menyampaikan sambutan mewakili Imam Besar MRB Abu Paya Pasi. Dia meminta pengurus baru agar menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang tumbuh, belajar, berkarya, dan membangun karakter generasi muda.

Milad ke-42 RMRB juga menjadi momentum istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh dan para pendahulu RMRB. Salah seorang mantan Ketua Pengurus RMRB, Dr. Ir. H. Basri A. Bakar, MSi turut hadir dan menyampaikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Basri A. Bakar menerima tumpeng Milad ke-42 RMRB dari Kepala UPTD Pengelola MRB sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih atas kontribusi dan bagian dari sejarah organisasi.

Tumpeng Milad ke-42 juga diberikan kepada mantan Ketua Pengurus RMRB lainnya yang hadir, Sayed Muhammad Husen, Shafwan Bendadeh, dan Ketua yang baru dilantik Miftahuddin.

Ketua Umum Pengurus RMRB, Miftahuddin, mengatakan, acara pelantikan dan milad disertai dengan penampilan tarian saman dan drama sejarah MRB. “Pertunjukan ini bukan hanya menjadi hiburan, namun membawa pesan sejarah dan perjuangan,” ungakpnya.

Acara dihadiri Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, perwakilan MPU Aceh Abu Bustami M Daud, dan Ketua DPW BKPRMI Dr Mulia Rahman. Hadir juga mewakili Wali Kota Banda Aceh, unsur pemerintahan, tokoh agama, pembina dan alumni RMRB, serta berbagai unsur organisasi dan komunitas remaja masjid di Banda Aceh dan Aceh Besar. (Sayed M. Husen)

Exit mobile version